Minim Lahan Tani, Masyarakat Cikarang Panen Hidroponik

Sabtu, 22 Februari 2020 - 16:01 WIB
Minim Lahan Tani, Masyarakat...
Minim Lahan Tani, Masyarakat Cikarang Panen Hidroponik
A A A
BEKASI - Lahan pertanian di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat terus tergerus oleh bangunan industri. Masyarakat sekitar kini beralih ke pertanian hidroponik.

Seperti yang dilakukan oleh warga Desa Cicau, Cikarang Pusat. Sejak Juni 2019 lalu, masyarakat Desa Cicau dilatih untuk mengembangkan pertanian hidroponik. Alhasil, hampir setiap bulan, masyarakat mendapatkan penghasilan dari hasil panen.

"Ya Alhamdulillah ya kita sebulan itu bisa dapat Rp400-500 ribu lebih sekali panen," kata Ningsih, ketua kelompok hidroponik Desa Cicau di lokasi, Sabtu (22/2). Kawasan pertanian di Desa Cicau itu kini hanya sekitar 30% dari luas lahan 970 hektare. Sedangkan 70% lainnya adalah industri yang masuk sejak 2007 silam. Padahal, kalau melihat sejarahnya, masyarakat Cikarang itu rata rata berprofesi sebagai petani.

Atas dasar itulah, Kepala Desa Cicau, Maman M Fahlefi ingin mengembangkan pertanian hidroponik yang tidak perlu menggunakan lahan luas tetapi tetap bertani dan memberikan penghasilan tambahan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu.

"Kita mendapatkan pembinaan untuk membuat hidroponik dari PT Hankook Tire Indonesia yang pabriknya ada di Desa Cicau melalui program sosialnya," ungkap Fahlefi.

Desa Cicau menjadi desa percontohan pertanian hidroponik, Maman berharap pembinaan terus dilakukan secara menyeluruh. Sebab, hasil evaluasi, masyarakat sangat terbantu, khususnya sisi ekonomi dari pengembangan hidroponik ini. "Keterbatasan lahan perkebunan, hydroponik menjadi solusi masyarakat untuk bertani," ujarnya.

Sementara itu, Assistant Manager CSR & Public Relations PT. Hankook Tire Indonesia, Ade Mahendra menuturkan, program sosial pemberdayaan masyarakat tani hidroponik akan terus berjalan dan berkembang. Dia pun telah menyiapkan tim pendamping yang bertugas mendampingi masyarakat untuk bertani hidroponik.

"Visi kita memberikan bantuan melalui pemberdayaan lokal bukan bantuan seremoni," ujarnya. Keterbatasan lahan bukan menjadi masalah masyarakat untuk bertani.

Bagi Ade, melalui hidroponik, masyarakat tetap bisa meningkatkan perekonomian melalui hydroponik. Apalagi, hidroponik tidak hanya menyentuh terhadap sayuran saja, melainkan ada tanaman hias juga."Ini adalah salah satu contoh. Jika berhasil insya insya allah dapat berkembang ke desa lainnya," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Inspektorat Bekasi Klaim...
Inspektorat Bekasi Klaim Selamatkan Uang APBD 2019 Senilai Rp1,5 Miliar
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Berita Terkini
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
19 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Serahkan...
Polda Metro Jaya Serahkan Tumpukan Dokumen di Sidang Praperadilan Roy Suryo
34 menit yang lalu
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
43 menit yang lalu
KHBS Terus Diperluas,...
KHBS Terus Diperluas, Puluhan Ribu Warga Pulang Pisau Ditargetkan Nikmati Bantuan hingga Kuliah Gratis
2 jam yang lalu
Giliran Polda Metro...
Giliran Polda Metro Ajukan Bukti dan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
3 jam yang lalu
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
4 jam yang lalu
Infografis
Masyarakat Suka Berhutang,...
Masyarakat Suka Berhutang, Paylater Tumbuh Subur di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved