Polisi Tembak 3 Penjambret yang Tewaskan Pegawai SKK Migas
Senin, 17 Februari 2020 - 17:22 WIB
Polisi Tembak 3 Penjambret yang Tewaskan Pegawai SKK Migas
A
A
A
BOGOR - Setelah buron selama lebih dari sebulan, tiga pelaku penjambretan hingga menewaskan Sorta Nainggolan (49), pegawai Divisi Operasional Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) di Jalan Raya Pemda, Kampung Tunggilis, Kelurahan Kedung Halang, Bogor Utara, Kota Bogor akhirnya diringkus.Ketiga pelaku ditembak pada bagian kakinya oleh polisi.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, ketiga pelaku yang diringkus yakni, AB, YW, dan S. "Ketiga pelaku ditangkap di dua tempat terpisah yakni Jakarta dan Jawa Tengah modusnya lihat korban bawa tas lalu dijambret," ujar Hendri dalam keterangan persnya di Mapolresta Bogor Kota, Senin (17/2/2020).
Hendri menuturkan, dari hasil penyidikan sementara para pelaku mengaku sengaja menyasar target yang memang lemah. Tindak kriminalitas yang terjadi pada 15 Januari 2020 lalu ini bermula ketika korban hendak berangkat kerja dari rumahnya di Perumahan Vila Bogor Indah, Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor mengendarai sepeda motor sekira pukul 05.00 WIB.
"Ketika berada di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku datang menghampiri korban menggunakan mobil. Pelaku memepet korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Kemudian tersangka YW dari dalam mobil menjambret tas korban yang disimpan di punggung," ungkap Hendri.
Pelaku melancarkan aksi jambret dengan cara menarik tas korban secara paksa. Akibatnya korban terjatuh dan terpental dari motor yang dikendarai. "Korban terjatuh dari atas sepeda motor ke aspal jalan raya dan akibat lukanya korban meninggal dunia," katanya.
Atas perbuatannya para pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Baca: Ditemukan Tergeletak, Karyawati MD Diduga Jadi Korban Penjambretan)
Seperti diketahui karyawati SKK Migas Sorta Nainggolan diduga menjadi korban penjambretan atau pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Pemda, Kampung Tunggilis, Kelurahan Kedung Halang, Bogor Utara, Rabu (15/01), sekitar pukul 05.00 WIB.
Kasus tewasnya karyawan SKK Migas ini sempat misterius karena tak ada saksi di lokasi kejadian, meski demikian dari hasil olah TKP, dari CCTV dan hilangnya sejumlah barang berharga milik korban diduga kuat korban tewas akibat penjambretan.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, ketiga pelaku yang diringkus yakni, AB, YW, dan S. "Ketiga pelaku ditangkap di dua tempat terpisah yakni Jakarta dan Jawa Tengah modusnya lihat korban bawa tas lalu dijambret," ujar Hendri dalam keterangan persnya di Mapolresta Bogor Kota, Senin (17/2/2020).
Hendri menuturkan, dari hasil penyidikan sementara para pelaku mengaku sengaja menyasar target yang memang lemah. Tindak kriminalitas yang terjadi pada 15 Januari 2020 lalu ini bermula ketika korban hendak berangkat kerja dari rumahnya di Perumahan Vila Bogor Indah, Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor mengendarai sepeda motor sekira pukul 05.00 WIB.
"Ketika berada di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku datang menghampiri korban menggunakan mobil. Pelaku memepet korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Kemudian tersangka YW dari dalam mobil menjambret tas korban yang disimpan di punggung," ungkap Hendri.
Pelaku melancarkan aksi jambret dengan cara menarik tas korban secara paksa. Akibatnya korban terjatuh dan terpental dari motor yang dikendarai. "Korban terjatuh dari atas sepeda motor ke aspal jalan raya dan akibat lukanya korban meninggal dunia," katanya.
Atas perbuatannya para pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Baca: Ditemukan Tergeletak, Karyawati MD Diduga Jadi Korban Penjambretan)
Seperti diketahui karyawati SKK Migas Sorta Nainggolan diduga menjadi korban penjambretan atau pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Pemda, Kampung Tunggilis, Kelurahan Kedung Halang, Bogor Utara, Rabu (15/01), sekitar pukul 05.00 WIB.
Kasus tewasnya karyawan SKK Migas ini sempat misterius karena tak ada saksi di lokasi kejadian, meski demikian dari hasil olah TKP, dari CCTV dan hilangnya sejumlah barang berharga milik korban diduga kuat korban tewas akibat penjambretan.
(whb)