Marak Penjambretan, Hindari Perilaku Mengundang

Senin, 07 Desember 2020 - 07:15 WIB
loading...
Marak Penjambretan,...
Aksi jambret merupakan salah satu jenis kejahatan jalanan (street crime) yang kerap terjadi. Foto/SINDOnews
A A A
Wiendy Hapsari
Kepala Litbang SINDO Media

Aksi jambret merupakan salah satu jenis kejahatan jalanan (street crime) yang kerap terjadi. Setiap hari bahkan dalam hitungan jam, ada saja posting-an video yang menggambarkan aksi kejahatan jalanan tersebut yang kemudian viral di media sosial.

Begitu juga dalam pemberitaan. Dalam satu hari, informasi soal aksi kejahatan di ruang publik ini tak pernah absen hadir di rubrik kriminalitas berbagai media. Terlebih di situasi pandemi sekarang ini, sejumlah data menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus kejahatan jalanan, terkhusus penjambretan. Seperti diungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra, saat pandemi, kejahatan jalanan meningkat secara jumlah dan kualitas. (Baca: Amalkan Lima Doa Ini, Rezeki Datang Bertubi-tubi)

“Ada beberapa catatan, terjadi kenaikan angka kejahatan jalanan seperti penjambretan , perampokan, pencurian bermotor, dan pembongkaran beberapa minimarket," ujar Asep, dalam jumpa pers di Mabes Polri pada Mei 2020 lalu, seperti dilansir dari situs Okezone.com.

Maraknya aksi kejahatan jalanan ini tentu membuat masyarakat resah. Terlebih, dari semua pemberitaan atau informasi yang beredar soal penjambretan, terlihat bahwa aksi kejahatan ini nyatanya tidak pandang bulu. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, berpendidikan rendah sampai tinggi, status sosial rendah hingga tinggi, semuanya berpotensi mengalami tindak kejahatan ini.

Kondisi ini menandakan bahwa saat ini orang yang bisa menjadi korban tindakan kriminal tidak hanya didominasi dari golongan korban rentan (vulnerable), yang menurut Von Hentig bisa dibagi dalam beberapa kategori. Di antaranya golongan anak-anak serta remaja, kaum perempuan, lanjut usia, orang yang memiliki keterbelakangan mental serta minoritas.

Nah yang menarik, korban penjambretan juga bisa menimpa orang-orang yang tidak masuk dalam kategori itu. Contoh kasus penjambretan yang terjadi pada pertengahan November 2020 lalu, di wilayah Jakarta Timur. Saat itu aparat TNI yang notabene dianggap sebagai orang yang bukan menjadi sasaran ideal penjahat, nyatanya pun tak luput menjadi korban penjambretan. Waktu itu korban sedang melaju dengan sepeda motornya dan tidak menyadari dirinya tengah dibuntuti oleh pelaku. Akibatnya, korban kehilangan tas serta handphone miliknya. (Baca juga: Kemenag Harap Madrasah Jadi Ruang Pembudayaan Pembelajaran)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Bareskrim Ungkap Modus...
Bareskrim Ungkap Modus Phishing Tools yang Bikin Kerugian Global Rp350 Miliar
Bareskrim Polri Sita...
Bareskrim Polri Sita 23 Ton Bawang dan Cabai Impor Ilegal di Pontianak
Rekomendasi
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Pesta Oranje di Depan Mata?
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved