Menteri LHK: Penanganan Pascabencana Kabupaten Bogor Gunakan Pendekatan Vegetatif

Selasa, 04 Februari 2020 - 16:40 WIB
Menteri LHK: Penanganan...
Menteri LHK: Penanganan Pascabencana Kabupaten Bogor Gunakan Pendekatan Vegetatif
A A A
BOGOR - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, perlu pola baru penanganan pascabencana di Kabupaten Bogor dan Lebak, Banten. Pola baru ini menggabungkan pendekatan vegetatif atau penanaman pohon sesuai kondisi alam/lahan serta pemberdayaan masyarakat. Masyarakat ikut dilibatkan langsung sekaligus mengedukasi.

"Jadi ada yang baru yang diharapkan Bapak Presiden Joko Widodo untuk menanggulangi bencana dan pemulihan lahan serta alam secara komprehensif serta terintegrasi dengan masyarakat," ujar Siti Nurbaya, Selasa (4/2/2020).

Pola baru ini telah dan sedang dikerjakan dalam penanganan darurat bencana alam sejak Kementerian LHK mendapat tugas dari Presiden pada 6 Januari 2020 setelah bencana longsor yang membawa korban dan merusak puluhan rumah penduduk.

"Setelah lihat di lapangan sesuai arahan presiden, maka bisa dilihat dan ketahuan betul di lapangan bahwa harus ditangani satu paket yakni rehabilitasi hutan/lahan dan bangunan, konservasi tanah dan air, serta penanaman pohon," ungkap Siti.

Menurutnya, apa yang harus ditangani tidak hanya pembuatan jalan membuka isolasi oleh Kementerian PUPR atau penanganan pengungsi, sekolah, pangan, bansos, kesehatan, dan lain lain.

"Tapi, perintah Presiden adalah bagaimana menanami bentang alamnya yang rusak dan harus diperbaiki, ditanami pohon dalam kombinasi pepohonan dan bangunan konservasi tanah dan air atau ekohidrolika," ujarnya.

Ekohidrolika yaitu bagaimana mengombinasikan dalam mengelola bentang alam dan tata air pada bentang alam dengan lereng yang curam. "Artinya saat tanggap darurat harus bersamaan dilakukan pembuatan dan penahanan air dan sedimen serta penanganan tebing sekaligus penanaman pohon," kata Siti.

Di daerah yang terjal bisa ditanami vertiver. Pada tebing yang tanahnya mudah terkelupas diperkuat dengan ditanami sistem vertiver dibantu coccomesh. "Tanah yang terlalu longgar bisa dipakai coccomesh atau jaring-jaring dari sabut kelapa dengan ukiran kibang kira-kira 2x2 cm," ujarnya.
(jon)
Berita Terkait
Pemkab Bogor Gandeng...
Pemkab Bogor Gandeng KLHK dalam Penguatan Fungsi Kawasan Hutan Konservasi
KLHK Membuka Aksi Baru...
KLHK Membuka Aksi Baru Proteksi Cagar Biosfer Giam Siak Kecil
Bupati Gowa Harap Kajian...
Bupati Gowa Harap Kajian Lingkungan Hidup Jadi Dasar Penyusunan RPJMD
Bogor Go Green, Upaya...
Bogor Go Green, Upaya Lestarikan Lingkungan dan Mitigasi Bencana
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Lutim Puji Pengelolaan Lingkungan PT Vale
Pemkab Lutra Tanam 200...
Pemkab Lutra Tanam 200 Pohon saat Peringati Hari Lingkungan Hidup
Berita Terkini
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
11 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
50 menit yang lalu
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
1 jam yang lalu
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
4 jam yang lalu
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
5 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved