Kisah Kawah Tekurep Tempat Peristirahatan Terakhir Raja-raja Palembang

Senin, 06 Januari 2020 - 05:00 WIB
Kisah Kawah Tekurep...
Kisah Kawah Tekurep Tempat Peristirahatan Terakhir Raja-raja Palembang
A A A
Kawah Tekurep adalah salah satu kawasan peninggalan Kesultanan Palembang Darusalam. Kawah Tekurep berlokasi di Kecamatan Ilir Timur II, Palembang dan terletak sekitar 100 meter dari tepian Sungai Musi. Kawah Tekurep merupakan sebuah kompleks makam yang diperuntukkan khusus bagi raja, abdi dalem, dan juga keturunannya.

Kawah Tekurep memiliki arti dari dua suku kata, yaitu Kawah yang bermakna alat yang menyerupai wadah, Tekurep memiliki arti terbalik. Sehingga secara harfiah Kawah Tekurep berarti wadah terbalik yang digunakan makam dan tempat bertemunya para wali dan sunan.

Di Kawah Tekurep terdapat makam Sultan Mahmud Badaruddin dan empat isterinya, yaitu Ratu Sepuh dari Demak, Ratu Gading dari Malaysia, Ratu Mas Ayu dari China, dan Nyai Mas Naimah dari Palembang. Selain itu di Kawah Tekurep ini juga terdapat makam Imam Sayid Al Idrus yang merupak guru besar Sultan Mahmud Badaruddin.

Berdasarkan informasi dari juru kunci makam, pemakaman ini dibangun tahun 1728 atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikramo. Kemudian dilanjutkan pembangunan kubah Tengah di areal pemakaman oleh Sultan Ahmad Najamuddin I Adi Kesumo.

Kompleks makam ini memiliki arsitektur dari tiga negara Melayu, India, dan China sehingga jika kita berkunjung ke sini maka akan melihat kekayaan budaya dan keunikannya.

Banyak pengunjung dari Palembang maupun luar Palembang yang berkunjung ke sini untuk berziarah, mendoakan keluarga Sultan. Selain itu di Palembang juga setiap tahun dibulan Syaban melaksanakan Ziarah Kubro.

Banyak Alim Ulama dari Indonesia maupun luar negeri yang datang dan mendoakan para alim ulama dan pejuang negara yang dimakamkan di Kawah Tekurep.

Kawah Tekurep Palembang memiliki luas sekitar 1 hektare, pintu masuk kompleks pemakaman in berupa gapura yang menghadap Sungai Musi di arah selatan. Kawah Tekurep terdiri dari 6 bangunan makam untuk para sultan dan orang-orang terdekatnya.

Makam yang berukuran kecil dan terdapat di bagian depan bangunan utama merupakan makam yang diperuntukkan bagi anak-anak keturunan, abdi dalem, dan para panglima.
(sms)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
31 menit yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
1 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
1 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
2 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
2 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
2 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved