Tewas Bersimbah Darah, Mertua Sekda Lamongan Diduga Korban Perampokan
Sabtu, 04 Januari 2020 - 15:35 WIB
Tewas Bersimbah Darah, Mertua Sekda Lamongan Diduga Korban Perampokan
A
A
A
LAMONGAN - Warga Lamongan digegerkan dengan penemuan jasad Hj Rowaini (68), warga Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng yang tewas bersimbah darah di dalam rumahnya.
Ibu mertua dari Sekda Kabupaten Lamongan Yuhronur Efendi itu diduga menjadi korban perampokan . Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat mengungkapkan, terkait mengenai penyebab kematian korban, dia mengaku pihaknya masih perlu melakukan identifikasi lebih lanjut. (Baca juga: Heboh Perampokan di Siang Bolong, Guru Wanita Ini Tewas Mengenaskan di Rumahnya)
Namun, dia mengakui jika korban mengalami luka dibagian kepala dan tangan. "Hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara) dan terdapat luka di bagian tangan dan kepala korban," katanya, Sabtu (4/1/2020).
Guna memastikan kejadian ini adalah perampokan, AKP Wahyu mengaku masih melakukan inventarisir barang yang hilang bersama dengan keluarga korban. "Kami mohon waktu agar kami dapat mengungkap kasus ini secepatnya," terangnya. (Baca juga: Sakit Hati Ibunya Diperkosa Bos Togel, Pelajar SMA di Pasuruan Bunuh Pelaku)
Sementara itu Yuhronur Efendi mengakui, tidak memiliki firasat apa pun terkait dengan insiden yang menewaskan ibu mertuanya. Dia hanya berharap, pelaku segera dapat ditemukan
"Kami tidak memiliki firasat apapun terkait ini. Kita berharap pelaku segera ditemukan dan diproses hukum," terangnya.
Ibu mertua dari Sekda Kabupaten Lamongan Yuhronur Efendi itu diduga menjadi korban perampokan . Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat mengungkapkan, terkait mengenai penyebab kematian korban, dia mengaku pihaknya masih perlu melakukan identifikasi lebih lanjut. (Baca juga: Heboh Perampokan di Siang Bolong, Guru Wanita Ini Tewas Mengenaskan di Rumahnya)
Namun, dia mengakui jika korban mengalami luka dibagian kepala dan tangan. "Hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara) dan terdapat luka di bagian tangan dan kepala korban," katanya, Sabtu (4/1/2020).
Guna memastikan kejadian ini adalah perampokan, AKP Wahyu mengaku masih melakukan inventarisir barang yang hilang bersama dengan keluarga korban. "Kami mohon waktu agar kami dapat mengungkap kasus ini secepatnya," terangnya. (Baca juga: Sakit Hati Ibunya Diperkosa Bos Togel, Pelajar SMA di Pasuruan Bunuh Pelaku)
Sementara itu Yuhronur Efendi mengakui, tidak memiliki firasat apa pun terkait dengan insiden yang menewaskan ibu mertuanya. Dia hanya berharap, pelaku segera dapat ditemukan
"Kami tidak memiliki firasat apapun terkait ini. Kita berharap pelaku segera ditemukan dan diproses hukum," terangnya.
(shf)