alexametrics

Hujan Seharian, 6 Kecamatan di Karawang Terendam Banjir

loading...
A+ A-
KARAWANG - Bencana banjir menimpa 6 kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ratusan rumah warga tergenang banjir setinggi 50 cm hingga 1 meter akibat hujan yang turun terus menerus sejak Selasa sore (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020).

Akibatnya ribuan jiwa terpaksa harus mengungsi menghindari banjir, sedangkan sebagian lainnya memilih untuk tetap bertahan dirumah, meski air terus meninggi. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang dikerahkan ke lokasi banjir untuk membantu evakuasi warga. (Baca juga: Atasi Banjir di Tol Cipali, BBWS Cimanuk Perlebar Sungai Cilalanang)

"Berdasarkan data sementara ada 6 kecamatan dan 11 desa di Karawang yang terdampak banjir dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter. Meski ada beberapa daerah yang sudah surut, tapi kami tetap siaga mengantisipasi banjir susulan," kata Kepala BPBD Karawang, Asep Wahyu, Rabu (1/1/2020).



Menurut dia, 6 kecamatan dan 11 desa yang mengalami banjir yaitu, Kecamatan Telukjambe Barat, desa yang terkena banjir yaitu Desa Karangligar, Desa Wanajaya, Desa Parungmulya, Desa Mekarmulya. (Baca juga: 2 Warga Lebak Hilang Terseret Arus Sungai Ciberang)

Kecamatan Cikampek desa yang terkena banjir yaitu Perumahan BMI, Desa Dawuan Barat. Kecamatan Jatisari desa yang terdampak yaitu Desa Pacing, Kecamatan Banyusari desa yang terdampak banjir yaitu desa Gembongan dan Desa Gempol kolot. Kecamatan Cilamaya Wetan yaitu Desa Cilamaya dan Desa Tegalwaru, dan Kecamatan Purwasari desa yang mengalami banjir yaitu Desa Purwasari.

Petugas BPBD Karawang, Kaming mengatakan dari pendataan sementara warga yang terdampak banjir di dua kecamatan Cikampek dan Telukjambe Barat mencapai 1.290 kepala keluarga (KK). Di Kecamatan Cikampek, banjir melanda Desa Dawuan Barat. Sedikitnya ada 1.150 kepala keluarga terdampak banjir di wilayah tersebut. Sedangkan di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat melanda Desa Wanajaya mencapai 240 kepala keluarga yang mengalami kebanjiran

"Sebagian kita evakuasi ketempat yang lebih aman dari banjir. Namun ada juga yang menolak untuk dievakuasi karena mereka lebih memilih tinggal di rumah karena alasan untuk menjaga barang-barang dirumah. Kami masih terus siaga karena khawatir akan ada banjir susulan. Apalagi cuaca masih mendung, bahkan ada sebagian wilayah masih hujan," katanya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top