Libur Nataru Jalur Puncak Macet Parah, Sistem Kanalisasi Ditunda
Rabu, 25 Desember 2019 - 15:25 WIB
Libur Nataru Jalur Puncak Macet Parah, Sistem Kanalisasi Ditunda
A
A
A
BOGOR - Pemkab Bogor kembali menunda sistem kanalisasi 2-1 (dua lajur untuk kendaraan naik dan satu lajur untuk turun) yang digencar disosialisasikan dan diujicoba untuk menggantikan one way (satu arah) dalam mengatasi kemacetan di jalur Puncak , Bogor. Sistem kanalisasi tersebut memang belum memungkinkan untuk diterapkan saat libur panjang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) ini.
"Saya memilih memberikan diskresi kepada Kapolres Bogor (untuk memberlakukan one way)," ungkap Bupati Bogor Ade Yasin, Rabu (25/12/2019).
Menurut Ade, jika sistem kanalisasi 2-1 dipaksakan untuk diterapkan dalam mengurai kemacetan di jalur Puncak, saat libur panjang Nataru tak akan berdampak. "Soalnya kalau Natal dan menjelang Tahun Baru kondisi lalu lintas crowded banget, sehingga kanalisasi tidak akan memberikan solusi. Maka kita sepakat menunda, bukan dibatalkan karena melihat situasi," ungkap politisi PPP itu.
Namun demikian, Ade menyarankan kepada kepolisian untuk mencoba menerapkan sistem kanalisasi saat pagi hari, kemudian pada siang hingga sore harinya kembali berlakukan one way. "Seperti saat uji coba kemarin. Sebab jika dipaksakan terus akan percuma. Makanya saya berikan diskresi kepada kepolisian dalam mengatasi kemacetan di jalur Puncak pada libur panjang natal dan tahun baru ini," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan arus lalu lintas di jalur Puncak sejak Selasa, 24 Desember 2019 hingga Rabu (25/12/2019) terus dipadati puluhan ribu kendaraan asal Jabodetabek. Akibatnya antrean panjang terjadi hingga mencapi 10 kilometer sejak pagi hingga siang hari bagi kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Puncak.
Begitupun sebaliknya dalam dua hari terakhir, kepadatan terjadi dari kedua arah, baik kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya. Bahkan rata-rata kecepatan kendaraan hanya bisa melaju 5 km/jam.
Meski sudah diberlakukan sistem one way sesuai jadwal yang sudah diinformasikan kepada masyarakat, kemacetan tetap terjadi. Namun demikian kepadatan kendaraan cenderung fluktuatif dan itu terjadi hanya pada jam-jam tertentu.
Kapolres Bogor AKBP M Joni menyatakan sejak kemarin maupun Rabu hari ini volume kendaraan yang menyerbu kawasan Puncak terus mengalami peningkatan sejak pukul 06.30 WIB hingga siang."Kita berlakukan sistem one way seperti saat weekend, karena sudah terhitung dari hari kemarin pagi sebagai puncaknya liburan Natal," ujarnya.
Joni mengimbau agar masyarakat yang hendak berlibur ke Puncak sebaiknya berangkat mulai pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB. Sebab, setelah itu arus lalu lintas akan mengutamakan arus balik dari atas ke bawah. "Mulai pukul 12.00 WIB nanti kita sudah mulai persiapan untuk one way dari atas ke bawah. Jadi selambat-lambatnya pukul 13.00 WIB itu kita sudah tutup arus dari bawah ke atas dan one way mulai berjalan dari atas ke bawah," katanya.
Terkait saran diberlakukannya sistem kanalisasi di pagi hari saat libur panjang nataru, pihaknya mengaku masih belum memungkinkan. Bahkan dia menyatakan sebenarnya sistem itu (kanalisasi 2-1) cukup efektif, tapi pada jam-jam tertentu saja.
Sebab, kata dia, hingga saat ini belum semua infrastruktur di jalur Puncak mulai dari Simpang Gadog hingga Puncak Pass belum siap. "Sehingga nanti kalau kita berlakukan 2-1, ada bottleneck yang nanti membuat kemacetan di sana. Ada beberapa titik, mulai dari Megamendung, Cilember, termasuk juga di wilayah Pasar Cisarua, tapi juga mencoba berlakukan 2-1 itu pada pukul 12.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Setelah itu kita berlakukan kembali one way," ucapnya.
"Saya memilih memberikan diskresi kepada Kapolres Bogor (untuk memberlakukan one way)," ungkap Bupati Bogor Ade Yasin, Rabu (25/12/2019).
Menurut Ade, jika sistem kanalisasi 2-1 dipaksakan untuk diterapkan dalam mengurai kemacetan di jalur Puncak, saat libur panjang Nataru tak akan berdampak. "Soalnya kalau Natal dan menjelang Tahun Baru kondisi lalu lintas crowded banget, sehingga kanalisasi tidak akan memberikan solusi. Maka kita sepakat menunda, bukan dibatalkan karena melihat situasi," ungkap politisi PPP itu.
Namun demikian, Ade menyarankan kepada kepolisian untuk mencoba menerapkan sistem kanalisasi saat pagi hari, kemudian pada siang hingga sore harinya kembali berlakukan one way. "Seperti saat uji coba kemarin. Sebab jika dipaksakan terus akan percuma. Makanya saya berikan diskresi kepada kepolisian dalam mengatasi kemacetan di jalur Puncak pada libur panjang natal dan tahun baru ini," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan arus lalu lintas di jalur Puncak sejak Selasa, 24 Desember 2019 hingga Rabu (25/12/2019) terus dipadati puluhan ribu kendaraan asal Jabodetabek. Akibatnya antrean panjang terjadi hingga mencapi 10 kilometer sejak pagi hingga siang hari bagi kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Puncak.
Begitupun sebaliknya dalam dua hari terakhir, kepadatan terjadi dari kedua arah, baik kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya. Bahkan rata-rata kecepatan kendaraan hanya bisa melaju 5 km/jam.
Meski sudah diberlakukan sistem one way sesuai jadwal yang sudah diinformasikan kepada masyarakat, kemacetan tetap terjadi. Namun demikian kepadatan kendaraan cenderung fluktuatif dan itu terjadi hanya pada jam-jam tertentu.
Kapolres Bogor AKBP M Joni menyatakan sejak kemarin maupun Rabu hari ini volume kendaraan yang menyerbu kawasan Puncak terus mengalami peningkatan sejak pukul 06.30 WIB hingga siang."Kita berlakukan sistem one way seperti saat weekend, karena sudah terhitung dari hari kemarin pagi sebagai puncaknya liburan Natal," ujarnya.
Joni mengimbau agar masyarakat yang hendak berlibur ke Puncak sebaiknya berangkat mulai pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB. Sebab, setelah itu arus lalu lintas akan mengutamakan arus balik dari atas ke bawah. "Mulai pukul 12.00 WIB nanti kita sudah mulai persiapan untuk one way dari atas ke bawah. Jadi selambat-lambatnya pukul 13.00 WIB itu kita sudah tutup arus dari bawah ke atas dan one way mulai berjalan dari atas ke bawah," katanya.
Terkait saran diberlakukannya sistem kanalisasi di pagi hari saat libur panjang nataru, pihaknya mengaku masih belum memungkinkan. Bahkan dia menyatakan sebenarnya sistem itu (kanalisasi 2-1) cukup efektif, tapi pada jam-jam tertentu saja.
Sebab, kata dia, hingga saat ini belum semua infrastruktur di jalur Puncak mulai dari Simpang Gadog hingga Puncak Pass belum siap. "Sehingga nanti kalau kita berlakukan 2-1, ada bottleneck yang nanti membuat kemacetan di sana. Ada beberapa titik, mulai dari Megamendung, Cilember, termasuk juga di wilayah Pasar Cisarua, tapi juga mencoba berlakukan 2-1 itu pada pukul 12.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Setelah itu kita berlakukan kembali one way," ucapnya.
(whb)