Perdaya Dirut hingga Rp5,5 M, Komplotan Penipu Bank Garansi Digulung

Jum'at, 20 Desember 2019 - 22:01 WIB
Perdaya Dirut hingga...
Perdaya Dirut hingga Rp5,5 M, Komplotan Penipu Bank Garansi Digulung
A A A
JAKARTA - Polisi menciduk enam orang pelaku penipuan dan penggelapan bank garansi berinisial YO, MA, ASR, BS, BHB, dan IS. Akibat perbuatan pelaku, korban berinisial DH, yang seorang Dirut di sebuah perusahaan mengalami kerugian mencapai Rp5,5 miliar.

"Kasus penipuan dan penggelapan penerbitan bank garansi. Kerugian ditaksir sekitar 5,5 miliar. Berhasil diamankan enam tersangka, satu tersangka lagi masih DPO (berinisial EOS)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Menurutnya, mereka menipu korbannnya yang seorang direktur utama di sebuah perusahaan bernama PT Visiland pada November 2018 lalu. Para tersangka itu menjanjikan bisa mengurus penerbitan bank garansi dari sejumlah bank terkenal dan koperasi.

Adapun bank garansi merupakan jaminan pembayaran yang diterbitkan oleh suatu bank pada pihak penerima jaminan yang bisa berupa perseorangan atau perusahaan. Dalam beraksi, mereka memiliki peran yang berbeda-beda.

YO berperan meyakinkan dan memperkenalkan korban pada tersangka lainnya untuk pengurusan penerbitan bank garansi dan pengunaan fasilitas dana dengan menerima uang senilai Rp 860 juta. MA berperan melakukan perjanjian kerjasama dengan korban untuk pengurusan penerbitan bank garansi sebesar Rp 30 milyar dan menerima uang dari korban Rp 1,3 milyar.

Lalu, ASR berperan sebagai koresponden Koperasi Tatar Priangan Bandung yang dapat membantu melakukan pengurusan penerbitan bank garansi pada sejumlah bank dan penggunaan fasilitas dana dengan menerima uang senilai Rp. 2,2 miliar.

BS berperan mengurus penerbitan Bank Garansi atas perintah ASR sehingga menerima uang sebanyak Rp175 juta. BHB berperan mengajukan permohonan bank garansi dan telah menerima uang sebesar Rp180 juta. Lalu, IS berperan mengenalkan korban pada tersangka ASR dan menerima succes fee sebesar Rp430 juta, dan EOS (DPO) berperan sebagai notaris serta menerima uang sebanyak Rp.650 juta.

"Mereka membuatkan surat bank garansi dari dua bank besar ternama, tapi faktanya semua itu palsu. Setiap pengurusan korban menyerahkan uang dan ditotal kerugiannya mencapai Rp 5,5 miliar," tuturnya.

Sementara itu, Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti menerangkan, para pelaku itu melakukan aksinya dengan memanfaatkan perusahaan korban yang tengah membutuhkan uang karena tengah pailit atau bangkrut. Mereka membujuk rayu korban sehingga korban pun percaya dan mencoba mengurus bank garansi demi kelanjutan perusahaannya itu.

"Kami masih mendalami kasus ini dengan menelusuri aset para pelaku dan berkoordinasi dengan PPATK. Satu pelaku yang masih berstatus DPO, EOS pun akan kami cari sampai dapat," terangnya.

Kuasa hukum korban, Rama Kresna Prasetya menambahkan, kliennya bisa bertemu dengan tersangka YO karena dikenalkan oleh karyawannya. Adapun bank garansi itu rencananya bakal dipakai kliennya untuk melanjutkan perusahaannya yang memang tengah dalam kesulitan secara finansial dan membutuhkan dana segar.

"Tersangka ini menjanjikan bank garansi senilai Rp30 miliar. Namun, saat bank garansi terbit dan klien kami mengecek ke bank yang bersangkutan, bank menyatakan tak pernah mengeluarkan surat itu," katanya.

Korban pun berharap agar polisi mengungkap kemana aliran dana yang telah diterima tersangka itu. Kini, para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 KUHP, tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
(ysw)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Pelaku Penipuan yang...
Pelaku Penipuan yang Beraksi di Natuna Ditangkap di Batam
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
2 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
2 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
4 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved