Kekurangan Kamar Inap untuk Korban Keracunan, Posko Darurat Didirikan

Senin, 02 Desember 2019 - 09:11 WIB
Kekurangan Kamar Inap...
Kekurangan Kamar Inap untuk Korban Keracunan, Posko Darurat Didirikan
A A A
MERANGIN - Daya tampung ruang rawat inap di Puskesmas Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi Tidak mampu menampung puluhan korban keracunan massal. Untuk itu petugas medis berinisiatif mendirikan posko darurat di rumah bidan desa bernama Nurhayati di Desa Tanjung Benuang.

Rumah bidan ini disulap menjadi posko darurat, sebagian pasien di rawat di warung miliknya, dengan peralatan seadanya pasien dirawat di lantai tokonya.Bahkan untuk sekedar menggantungkan cairan infus para petugas medis ini harus menggantungkan di tali plastik yang dipasang melintang di dalam toko. "Daya tampung kamar inap di puskesmas tidak mencukupi, Sehingga kita mendirikan posko darurat di rumah bidan desa," ujar dr Agie yang bertugas di Puskesmas tersebut, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya posko Darurat didirikan di rumah bidan, Sebagai bentuk tindakan cepat agar para pasien keracunan yang berasal dari desa Tanjung Benuang bisa segera tertolong.

"Ini pertimbangan kita untuk bisa segera membantu pasien yang berasal dari desa Tanjung Benuang, apalagi lokasi kejadian luar biasa terjadi di sini dan pasien yang kita tangani merupakan korban makanan dari tanggal 28 Nopember lalu hingga hari ini," ujarnya lagi.

Harapan besar kamar rawat inap di puskesmas tambang emas bisa di tambah, Sehingga bisa menampung banyak pasien yang berobat. "Kalau kamar rawat inap banyak, kami bisa menangani secara maksimal, apalagi kejadian seperti ini," katanya.

Sementara itu Abdai Kadinkes Merangin, Mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan sampel makanan yang di konsumsi tersebut ke BPOM Jambi untuk mengetahui penyebab keracunan massal yang terjadi di desa Tanjung Benuang.

"Kita dirikan posko darurat ini selama dua hari ke depan, dan sampel makanan yang kita dapatkan akan kita kirim ke BPOM Jambi, dalam waktu dua hari maka kita akan mendapatkan konfirmasi penyebab keracunan massal," sebut Abdai. (Diduga Keracunan Makanan Hajatan, Belasan Warga Dilarikan ke Puskesmas).

Sementara itu kekurangan kamar inap akan di tingkatkan setiap tahunya, Sehingga tidak ada lagi pasien yang tidak dapat kamar rawat inap di setiap puskesmas.

"Soal kekurangan kamar rawat inap kita akan tingkatkan setiap tahunnya, namun yang jelas jangan sampai ada pasien yang tidak tertangani di puskesmas," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Usai Kebaktian, Puluhan...
Usai Kebaktian, Puluhan Jemaat Gereja di Merangin Muntah-muntah Diduga Keracunan
7 Kali Beraksi, Pelaku...
7 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor di Merangin Ditangkap saat Jual Motor Curian
43 Santri di Bogor Keracunan...
43 Santri di Bogor Keracunan Nasi Kotak, Polisi: Tidak Ada Unsur Kesengajaan
Belasan Warga Sukabumi...
Belasan Warga Sukabumi Keracunan Jamur Liar, 7 Orang Dirujuk ke RSUD
4 Sindikat Pengedar...
4 Sindikat Pengedar Uang Palsu Diringkus di Merangin Jambi
Bocah Tenggelam di Sungai...
Bocah Tenggelam di Sungai Merangin Ditemukan Tewas Tersangkut Ranting
Berita Terkini
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
1 jam yang lalu
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
1 jam yang lalu
Nurdiansyah Ungkap Dinamika...
Nurdiansyah Ungkap Dinamika Menjelang Musda Demokrat Aceh
1 jam yang lalu
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
2 jam yang lalu
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
2 jam yang lalu
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved