Soal Lem Aibon, Ketua BK DPRD DKI Nilai William Tak Proporsional

Jum'at, 29 November 2019 - 09:33 WIB
Soal Lem Aibon, Ketua...
Soal Lem Aibon, Ketua BK DPRD DKI Nilai William Tak Proporsional
A A A
JAKARTA - Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta, Achmad Nawawi menjelaskan proses pelaporan terhadap anggota DPRD DKI Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana terus berjalan.

Berkas tersebut tinggal diserahkan kepada Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Pihaknya menyayangkan sikap politikus PSI itu mengunggah Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2020 ke media sosial. Padahal, KUA PPAS tersebut belum masuk pembahasan.

"Begini kan di BK ada utusan fraksi-fraksi, seluruh anggota fraksi ada utusan satu-satu. Saya minta per anggota menyampaikan pendapat. Setelah mendengarkan, William datang dan menjelaskan. Saya tanya 'kok anda mengunggah data KUA-PPAS lewat medsos, bahkan memberikan keterangan pers padahal itu data yang diberikan itu kan data yang masih prapembahasan'. MoU juga belum, baru tadi MoU mestinya bisa dikonsultasikan bisa telepon gubernur atau mungkin kepala dinasnya atau tanya sama teman-teman senior yang lain kan tahu," tutur Nawawi kepada wartawan, Jumat (29/11/2019).

Kemudian Nawawi menjelaskan Tata Tertib DPRD Tahun 2013 yang menyatakan anggota legislatif itu tidak hanya kritis, tapi juga adil, profesional, dan proposional.

"Ini yang jadi pembahasan di BK. Kenapa? Mungkin dianggap tidak proposional. Pertama, William bukan anggota Komisi E yang tidak membidangi masalah pendidikan. Toh orang PSI kan ada yang di Komisi E bahkan wakil ketua komisinya kan orang PSI," tuturnya. (Baca juga: Umbar Anggaran Lem Aibon, Pimpinan Komisi A DPRD DKI Tegur Politikus PSI )

Nawawi mempertanyakan alasan kenapa bukan orang PSI di bidang pendidikan yang memberikan kritik. William pun dianggap tidak proporsional.

"Dia tidak proposional lah istilahnya. Lem aibon itu (masuk ranah Komisi E-red) E. Kalau dia di B bidang perekonomian. Kalau dia di A, kan pemerintahan gitu loh. Pastinya William bukan di E karena saya orang (anggota Komisi-red) E. Tidak ada di sana," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
KUPA PPAS APBD DKI 2021...
KUPA PPAS APBD DKI 2021 Disepakati Rp79,52 Triliun
Berita Terkini
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
33 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
1 jam yang lalu
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
2 jam yang lalu
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
3 jam yang lalu
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, 68 Mitra Binaan di Medan Ikuti Program Sarinah Pandu
10 jam yang lalu
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved