DPR Sebut Penyitaan Aset First Travel untuk Negara Aneh dan Janggal

Kamis, 21 November 2019 - 16:27 WIB
DPR Sebut Penyitaan...
DPR Sebut Penyitaan Aset First Travel untuk Negara Aneh dan Janggal
A A A
JAKARTA - Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan bahw aset First Travel disita untuk negara sebagai sesuatu yang aneh dan janggal. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Sadzily mengatakan, negara sama sekali tidak dirugikan dengan proses yang terjadi akibat dari kasus First Travel ini.

”Ini merupakan sesuatu yang membuat kami aneh dan janggal,” ujar Ace dalam Diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Ideal Aset Fist Travel Disita Negara?” di Media Center MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Ace beralasan, tidak ada sepeserpun negara dirugikan dari proses yang terjadi akibat dari kasus First Travel. ”Malah yang ada justru negara lalai terhadap praktik penyelenggaraan umrah yang seharusnya negara hadir memberikan proteksi terhadap calon jamaah umrah yang ingin menunaikan ibadah umrah,” tuturnya.

Ketua DPP Partai Golkar ini mengatakan, negara lalai terhadap korban First Travel karena proses pengawasan dan pemantauan penyelenggara ibadah umrah terhadap travel-travel seperti First Travel, negara seperti cuci tangan. ”Ini kan kejadian sejak dua tahun yang lalu," ujarnya.

Ace menegaskan, sebenarnya kasus First Travel inikan akibat dari ketidakmampuan negara, memantau, mengawasi dan melakukan apa namanya upaya untuk memberikan perlindungan terhadap para warga negara Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umrah. (Baca: Aset First Travel Disita negara, DPR Sebut Terlalu Dzalim )

Komisi VIII, kata Ace, beberapa kali memanggil Kementerian Agama terkait penyelenggaraan ibadah umrah, termasuk First Travel yang menarik dana dari masyarakat tanpa dikontrol bagaimana audit keuangan dari setiap penyelenggara travel tersebut.

“Makanya kasus yang terjadi pada First Travel, sesungguhnya bukan hanya satu ini aja. Sebelumnya ada Abu Tour melakukan hal yang sama. Nah, alih-alih ini diselesaikan dengan mulai proses hukum, yang terjadi malah aset-aset First Travel tersebut malah diserahkan oleh proses hukum kepada negara. Inilah yang menurut saya agak aneh dan janggal,” katanya. (Baca juga: Kasus First Travel, LPSK: Pemerintah Tak Boleh Ambil Keuntungan )

Keanehan ini, menurut Ace, perlu dicarikan solusi dan diluruskan. Untuk memastikan kepastian nasib para korban, ada berbagai macam solusi, misalnya melalui proses hukum perdata.

”Tetapi yang paling penting sebetulnya adalah negara harus memberikan kepastian terhadap para korban ini. Caranya menurut saya, perlu dihitung ulang aset yang ada nilainya berapa, lalu sisanya kalau perlu negara membiayai,” urainya.
(ysw)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Edan, Sepasang Kekasih...
Edan, Sepasang Kekasih Ini Kompak Gadaikan 6 Mobil Rental untuk Hura-hura
Berita Terkini
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
31 menit yang lalu
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
35 menit yang lalu
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
41 menit yang lalu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
46 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
4 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
6 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved