Perusahaan Dinilai Ingkar Janji, Ratusan Massa 3 Kecamatan Blokade Akses Jalan

Jum'at, 15 November 2019 - 14:49 WIB
Perusahaan Dinilai Ingkar...
Perusahaan Dinilai Ingkar Janji, Ratusan Massa 3 Kecamatan Blokade Akses Jalan
A A A
KETAPANG - Ratusan warga dari Kecamatan Air Upas, Kecamatan Marau, dan Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), memblokade akses jalan tambang di Washing Plant (WP 1 dan 2 Batang Belian). Selain memblokade akses jalan, warga juga menggelar aksi ritual adat suku Dayak dengan mencurahkan tuak kesebuah tajau (tempayan).

Aksi massa tersebut, karena warga menilai PT Harita Prima Abadi Mineral ingkar janji. Berawal dari surat pernyataan bersama yang di tandatangangi Boni Subekti selaku Direktur Utama PT Harita Prima Abadi Mineral sebagai pihak pertama dan Davit juga pihak pertama, akan memberikan kesempatan kepada pihak kedua (warga) berpartisispasi dalam kegiatan pembangunan biji boksit di Kecamatan Air Upas area BPP 13-14 April tidak di penuhi oleh pihak perusaan.

Beberapa demong dan dewan adat Dayak, perpesan agar melakukan aksi dengan tertib dan damai. Mereka juga berpesan agar warga tidak merusak aset-aset milik perusahaan, termasuk membawa senjata tajam dan membawa minum keras. Menurut koordinator aksi Robet, aksi dilakukan dikarenakan adanya pengingkaran kesepakan dari pihak perusahaan.

Bertahun-tahun masyarakat menunggu hasil dari kesepakatan, namun tak kunjung direalisasikan. "Padahal sudah puluhan kali kami meminta kepada menejemen, bahkan sudah sampai ke kantor pusat. Kami dapat surat pernyataan dari PT Harita Prima Abadi Mineral bahwa kami bisa bekerja menjadi bagian dari sub kontraktor. Tapi mana, mereka ingkari kesepakatan itu. Jika aksi yang kami lakukan pada hari ini tidak direspons menejemen PT Harita Prima Abadi Mineral, maka kami akan kembali melakukan aksi yang jauh lebih besar dari sekarang," tegas Robet.

Sementara itu, General Manager PT Harita Group Irmandi Puti, mengaku tidak tahu bahwa ada surat pernyatan bersama yang di buat warga Air Upas dengan para petinggi di Jakarta. Saat ini, PT Harita Gruop sudah menunjuk beberapa kontraktor yang mengerjakan kegiata biji buksit tersebut. "Soal penyerapan tenaga kerja lokal, 50% warga lokal bekeraja di PT Harita Group di bidang," katanya.
(zil)
Berita Terkait
Masalah Perkebunan,...
Masalah Perkebunan, Warga Sesalkan Ketidakberpihakan Bupati Martin Rantan
Warga Pendatang Mulai...
Warga Pendatang Mulai Tinggalkan Bali, Arus Mudik Lebaran Mulai Mengalir ke Jawa
Tolak 52 TKA China,...
Tolak 52 TKA China, Warga Demo Bandara Rahadi Oesman Ketapang
16.811 Warga Ketapang...
16.811 Warga Ketapang Kalimantan Terdampak Banjir
Warga Transmigran Manis...
Warga Transmigran Manis Mata Berharap Banyak ke Junaidi-Sahrani
Jenuh dengan Ketertinggalan,...
Jenuh dengan Ketertinggalan, Warga Ketapang Inginkan Perubahan
Berita Terkini
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 menit yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
43 menit yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
3 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
7 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
7 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
8 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved