Ada Temuan Cat Berbahaya, Semua Taman Bermain Anak Akan Diteliti

Selasa, 29 Oktober 2019 - 14:51 WIB
Ada Temuan Cat Berbahaya,...
Ada Temuan Cat Berbahaya, Semua Taman Bermain Anak Akan Diteliti
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan standar baku untuk pembuatan taman bermain anak . Langkah itu dilakukan menyusul temuan adanya taman anak yang terindikasi menggunakan cat bertimbal.

Temuan itu merupakan hasil penelitian dari Nexus3, sebuah yayasan yang konsen di bidang kesehatan dan pembangunan lingkungan. Atas temuan awal itu, Pemprov DKI mulai sadar dan meminta Nexus3 untuk meneliti lebih luas taman-taman mana saja yang terindikasi cat bertimbal.

"Jadi mereka mau mulai menerapkan kriteria dan spesifikasi pengadaan cat ramah lingkungan di taman maju bersama. Jadi kita nanti bantu bikin kriterianya untuk taman maju bersama dan RPTRA yang benar-benar ramah anak," ujar Penasihat Senior Nexus3, Yuyun Ismawati, Selasa (29/10/2019). (Baca juga: 13 Taman Bermain Anak di DKI Terindikasi Gunakan Cat Bertimbal) Penggunaan cat untuk mempercantik tempat bermain anak-anak dapat menimbulkan risiko kesehatan. Idealnya penggunaan kadar timbal di dunia berada pada kisaran angka 90 bagian per juta (ppm). Sedangkan untuk hasil penelitian Nexus3 di wilayah Jakarta, ditemukan penggunaan timbal yang berlebihan
Menurut Yuyun, ke depan dalam pembuatan taman maju bersama, DKI akan melihat dan mempertimbangkan aspek material bahan baku, agar tidak terjadi penyalah gunaan yang diakibatkan ketidaktahuan atau kebiasaan masyarakat di Indonesia dalam membangun suatu bangunan.

"Jadi bukan cat saja, kalau mau diperluaskan taman bermain anak-anak itu kan banyak mainannya. Terus lantai dan dasarnya terbuat dari apa? Jangan sampai memakai bahan tidak ramah lingkungan seperti cacahan ban yang dijadikan sebagai rumput palsu. Itu kan banyak racunnya," imbuhnya. (Baca: Fasilitas Bermain di RPTRA Mengandung Kadar Timbal, Anies: Saya Cek Dulu)

Kendati demikian, tidak semua taman akan dilakukan uji penelitian oleh Nexus3. Karena di samping terkendala waktu dan tenaga, juga harus ada biaya yang dikeluarkan. Untuk saat ini Pemprov DKI belum dapat mengeluarkan dana untuk kebutuhan penelitian Nexus3.

"Kita hanya diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan, karena nanti taman maju bersama akan dikelola oleh Dinas Kehutanan DKI Jakarta," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
2 Taman di Kota Bandung...
2 Taman di Kota Bandung Bakal Direvitalisasi, Ini Rencana Pemkot Bandung
Tambah Ruang Terbuka...
Tambah Ruang Terbuka Hijau, 34 Taman Tematik Bakal Dibangun
Taman Cahaya Madani...
Taman Cahaya Madani Bikin Kota Singkawang Tambah Segar
Taman Abisvara Beri...
Taman Abisvara Beri Living Experience dengan 6 Zona Unik
59 Ruang Terbuka Hijau...
59 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Dibuka Lagi Mulai Besok, Ini Daftarnya
Besok, 16 Taman di Jakarta...
Besok, 16 Taman di Jakarta Dibuka untuk Umum
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
6 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
6 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
8 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
8 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
Gaza, Tempat Paling...
Gaza, Tempat Paling Berbahaya di Dunia bagi Anak-anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved