Puluhan Warga dari 9 Desa di Tapsel Dilatih Soal Mitigasi Lingkungan

Minggu, 27 Oktober 2019 - 08:34 WIB
Puluhan Warga dari 9...
Puluhan Warga dari 9 Desa di Tapsel Dilatih Soal Mitigasi Lingkungan
A A A
TAPANULI SELATAN - Puluhan warga dari 9 desa mendapatkan pelatihan mitigasi lingkungan dari perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

"Ada 26 warga dari sembilan desa, Kecamatan Sipirok, Marancar dan Batang­toru yang mengikuti pelatihan mitigasi yang digelar di Desa Tanjung Dolok Kecamatan Marancar beberapa waktu lalu ini," kata Senior Riset Com­moditi Development PLTA Batangtoru Kusnadi Wirasa­putra kepada wartawan di Tapsel.

Kusnadi menjelaskan, pelatihan itu bertujuan agar masyarakat mampu memetakan jelajah orangutan serta habitat-habitat utamanya. Selain itu, katanya, untuk meningkatkan kapasitas dan jejaring masyarakat dalam mengelola koridor konservasi, mampu memetakan sendiri wilayah cagar alam Sibual-buali, Dolok Sipirok, suaka alam Lubuk Raya sekaligus menginventarisir kebun-kebun di wilayah konservasi Batangtoru.

"Kita juga ingin masyarakat ke depan, mampu menginventarisasi jenis tanaman alam pakan orangutan berapa yang ada dan tersisa sebagai langkah PLTA Batangtoru melakukan pengkayaan," tuturnya.

Dia mencontohkan, apabila hasil pemetaan masyarakat, tanaman aren yang disukai orangutan ketersediaannya kurang, akan dilakukan pengkayaan dengan menanam kembali bibit aren termasuk terhadap jenis tanaman lainnya.

Kusnadi mengatakan, tujuan lain pelatihan ini, bagaimana membuat satu monitoring bersama masyarakat khu­susnya Desa Tanjung Dolok, Sitandiang, Haunatas, Bulu Mario, Aek Sabaon, Aek Nabara, Huraba dan lainnya. Selama ini monitoring hanya bersama BKSDA, masyarakat sifatnya cuma melapor, tapi ke depan ada sistem pelaporan hasil monitoring, sehingga warga juga bisa mengetahui perkembangan konservasi Batangtoru itu sendiri.

"Nantinya, setiap satgas akan diberikan mekanisme yang namanya 'SMS Gateway' atau pintu gerbang berhubungan dengan pihak BKSDA," terangnya.

Dia menambahkan, melalui SMS Gateway, para satgas konservasi Batangtoru selaku perwakilan masyarakat desa dan kampung, nantinya dapat memberikan informasi langsung ke pihak BKSDA tanpa menunggu.
(rhs)
Berita Terkait
Akademisi Dukung PLTA...
Akademisi Dukung PLTA Batang Toru di Tapsel Segera Beroperasi
TKA China Tewas di PLTA...
TKA China Tewas di PLTA Batangtoru, NSHE: Kita Tunggu Penyelidikan Polisi
Pakai Sistem Water Waste,...
Pakai Sistem Water Waste, Pakar Sebut PLTA Batang Toru Tak Rusak Lingkungan
Geger, Warga Asing Ditemukan...
Geger, Warga Asing Ditemukan Tewas di Areal PLTA Batangtoru
Longsor PLTA Batang...
Longsor PLTA Batang Toru, Markus Kehilangan 5 Anak dan Istri yang Sedang Hamil
TKA Tewas di Proyek...
TKA Tewas di Proyek Pembangunan PLTA Batangtoru, Ini Pernyataan Resminya
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
7 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
9 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
11 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
11 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
11 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved