Dugaan Politik Uang Pilkades Serentak di Sungai Penuh Capai Rp500 Ribu

Jum'at, 18 Oktober 2019 - 15:48 WIB
Dugaan Politik Uang...
Dugaan Politik Uang Pilkades Serentak di Sungai Penuh Capai Rp500 Ribu
A A A
SUNGAI PENUH - Dugaan terjadinya politik uang pada Pilkades serentak 44 Desa dalam wilayah Kota Sungaipenuh, Jambi yang bakal digelar 20 Oktober 2019 mendatang mencuat.

Tidak tanggung-tanggung ada beberapa calon Kades di Sungai Penuh diduga telah melancarkan aksi sangat dilarang tersebut, bahkan angka politik uang atau yang juga kerap disebut serangan fajar itu mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu perorangnya. "Di desa kami jumlah siraman bagi masyarakat beragam ada yang Rp300 ribu, bahkan sampai Rp 500 ribu," ujar warga Kecamatan Tanah Kampung.

Kondisi ini sangat ironis, mengingat untuk mengincar jabatan kepala desa saja sudah dinodai dengan politik uang dengan dana yang sangat menggiurkan. Secara logika ini tentunya sangat merugikan desa yang menggelar pilkades tersebut nantinya.

"Jika saja kalah, secara otomatis akan membuat calon kades menyesal bahkan bisa jadi depresi. Kondisi ini yang seringkali menimbulkan gejolak dan mengganggu ketertiban desa nantinya," sebut tokoh muda Sungai Penuh, Rudi Hartono Ridwar

Dikatakan, seharusnya permasalahan ini dapat diantisipasi sejak dini oleh Pemkot Sungai Penuh, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kota Sungai Penuh.

"Harusnya jauh sebelum pemilihan, Pemerintahan Desa (Pemdes) turun, mensosialisasikan ke masyarakat dan para calon kades untuk menghindari politik uang, serta membuat surat perjanjian atau segala macamnya bagi calon kades agar tidak melakukan politik uang," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Aksi Calon Kades di...
Aksi Calon Kades di Lebak Viral, Lempar-lempar Uang untuk Pendukung dari Atas Mobil
Pemilihan Kepala Desa...
Pemilihan Kepala Desa Serentak di Banda Aceh
Pengamat: Ada Oligarki...
Pengamat: Ada Oligarki di Balik Desakan Perpanjangan Masa Jabatan Kades
Pilkades Serentak Segera...
Pilkades Serentak Segera Digelar di Purwakarta, Panitia Dilarang Kutip Iuran
Menggugurkan Dua Pemenang,...
Menggugurkan Dua Pemenang, Pemilihan Anggota BPD Diduga Sarat KKN
Junimart PDIP Sebut...
Junimart PDIP Sebut Perpanjangan Masa Jabatan Kades Tak Jamin Bisa Redam Konflik
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
3 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
4 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
5 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
5 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
5 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
6 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved