Izin Tinggal Bermasalah, Imigrasi Pekanbaru Deportasi Warga Negara Inggris

Rabu, 09 Oktober 2019 - 01:19 WIB
Izin Tinggal Bermasalah,...
Izin Tinggal Bermasalah, Imigrasi Pekanbaru Deportasi Warga Negara Inggris
A A A
PEKANBARU - Pihak Imigrasi Pekanbaru melakukan deportasi terhadap Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris bernama John Henry William D'anger. Namun pemulangan pria kelahiran London, 22 April 1972 sempat terganggu oleh jadwal penerbangan maskapai Lion Air.

Kepala Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) Pekanbaru, Riau Junior Sigalingging menjelaskan karena ada gangguan jadwal penerbangan Lion, pihaknya terpaksa mengganti maskapai lain untuk memulangkan WNA bermasalah tersebut.

"Untuk pemulangan kita terpaksa memakai maskapai lainnya. Jadi tadi seharusnya Jhon diberangkatkan menggunakan pesawat udara Lion Air dengan JT125 pukul 09.40 WIB dari Bandar Udara Pekanbaru menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan. Namun pihak Lion Air memberikan informasi bahwa keberangkatan pesawat udara Lion Air pukul 09.40 WIB dipindahkan ke jadwal penerbangan pada pukul 12.00 WIB," ujar Junior kepada MNC Media, Selasa (8/10/2019).

"Sementara deporti akan diberangkatkan ke negara asalnya melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan pada pukul 12.40 WIB dengan menggunakan pesawat udara Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-86 menuju Bandar Udara Internasional London Heathrow. Jadi harus ganti pesawat, karena semua sudah terjadwal," sambungnya.

Dia menegaskan, pendeportasian Jhon dikawal oleh tiga petugas Imigrasi. Untuk biaya pemulangan sampai ke negara asalnya, ditanggung oleh pihak keluarga Jhon Henry William di London.

John Henry William D'Anger memasuki wilayah Indonesia secara resmi melalui Bandar Udara Internasional Senai Johor Bahru Malaysia ke Jakarta menggunakan Izin Tinggal Bebas Visa kunjungan selama 30 hari pada tanggal 13 Juli 2019. Kemudian dia pergi ke Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Pada saat pemeriksaan dokumentasi perjalanan yang bersangkutan sudah melewati masa izin tinggalnya (Overstay) selama 28 hari dan diwajibkan untuk membayar biaya beban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dikarenakan yang bersangkutan tidak memiliki biaya, yang bersangkutan diserahkan ke Rudenim Pekanbaru," tukasnya.

Berdasarkan Pasal 78 ayat (1) dan (2) Undang–undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang bersangkutan dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) sesuai Pasal 75 Undang–undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
(kri)
Berita Terkait
Turis Asing Berulah...
Turis Asing Berulah Lagi di Bali, Warga Brasil Ngamuk Rusak Kafe
Turis Arab Saudi yang...
Turis Arab Saudi yang Berkelahi dengan Marbot Masjid di Puncak Diperiksa Imigrasi
Turis Asing Makin Berulah,...
Turis Asing Makin Berulah, Gubenur Koster: Deportasi Langsung, Nggak Pakai Cerita Panjang!
Perpanjang Visa Tinggal,...
Perpanjang Visa Tinggal, Warga Asing Punya Waktu sampai 20 September
Kriminolog Desak Polda...
Kriminolog Desak Polda Bali Bongkar Sindikat Penculikan WNA
2 Warga China Masuk...
2 Warga China Masuk Indonesia Pakai Paspor Palsu Meksiko
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
6 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
8 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
9 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
10 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
11 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved