Atasi Karhutla, Pertamina Siapkan 4.000 Liter Avtur untuk Helikoper Water Bombing

Kamis, 19 September 2019 - 16:32 WIB
Atasi Karhutla, Pertamina...
Atasi Karhutla, Pertamina Siapkan 4.000 Liter Avtur untuk Helikoper Water Bombing
A A A
MEDAN - PT Pertamina (Persero) menyiagakan sedikitnya 4.000 liter avtur untuk penggunaan helikopter water bombing setiap hari untuk menanggani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

“Rata-rata konsumsi avtur untuk helikoper water bombing BNPB sebesar 4.000 liter per hari. Kami juga mengirimkan tim refueling dan awak bridger, khusus untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar helikopter. Avtur dikirimkan dari Bandara SSK II,” kata Unit Manager Communication, Relation & CSR Marketing Operation Region (MOR) I PT Pertamina, M Roby Hervindo, Kamis (19/9/2019).

Roby Hervindo mengatakan, Pertamina mengoperasikan satu unit refueller produk Avtur dengan kapasitas 16 Kilo Liter (KL). Refueller dikirimkan ke Bandara Japura Rengat dari Bandara Sultan Syarif Khasim (SSK) II dan sudah beroperasi sejak Rabu 11 September 2019.

Selain itu, Pertamina MOR I Branch Riau juga membagikan 5.300 masker kepada konsumen yang dibagikan di 53 SPBU wilayah Riau. Adapun untuk masyarakat di sekitar Terminal BBM (TBBM) Sei Siak, dibagikan sebanyak 500 masker beserta makanan tambahan seperti vitamin dan susu.

Di sisi operasional distribusi BBM, lanjut Roby, kabut asap tidak menghambat penyaluran ke SPBU. Hingga September 2019, lebih dari 563 juta liter Premium telah disalurkan. Sedangkan konsumsi Pertamax Series mencapai 15,3 juta liter.

Untuk Solar bersubsidi, tercatat sebanyak 568 juta liter telah tersalurkan. Untuk Dex Series, total konsumsi sebanyak 4,8 juta liter. “Kami terus mendorong agar konsumen menggunakan BBM berkualitas seperti Pertamax dan Dex. Karena bahan bakar ini lebih ramah lingkungan, mengurangi polusi asap," pungkas Roby.

Berdasarkan data BNPB per Sabtu 14 September 2019, indeks standar pencemar udara (ISPU) tertinggi di wilayah Pekanbaru mencapai 269, Dumai 170, Rohan Hilir 141, Siak 125, Bengkalis 121, dan Kampar 113.

Kualitas udara yang diukur dengan ISPU memiliki kategori baik (0 - 50), sedang (51 - 100), tidak sehat (101 - 199), sangat tidak sehat (200 - 299), dan berbahaya (lebih dari 300). BNPB juga mencatat bahwa luas lahan yang terbakar mencapai 49.266 hektare. Terdiri dari 40.553 hektare lahan gambut dan 8.713 hektare lahan mineral.
(wib)
Berita Terkait
Viral Heli Karhutla...
Viral Heli Karhutla Diduga Dipakai untuk Musda Golkar di Riau
Pemadaman Karhutla,...
Pemadaman Karhutla, Riau Siagakan 11 Helikopter
Cegah Karhutla, BNPB...
Cegah Karhutla, BNPB Siagakan Puluhan Helikopter
Atasi Karhutla Dampak...
Atasi Karhutla Dampak El Nino, BNPB Kerahkan 35 Helikopter
BNPB Siagakan 4 Helikopter...
BNPB Siagakan 4 Helikopter Tangani Karhutla di Kalimantan Timur
Padamkan Karhutla di...
Padamkan Karhutla di Rokan Hulu, Personel Gabungan Kerahkan 2 Helikopter dan Alat Berat
Berita Terkini
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
23 menit yang lalu
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
2 jam yang lalu
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
2 jam yang lalu
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
2 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
3 jam yang lalu
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved