Dukung Revisi UU KPK, Aliansi Masyarakat Sipil Bagi-bagi Mawar di Area CFD

Minggu, 15 September 2019 - 14:10 WIB
Dukung Revisi UU KPK,...
Dukung Revisi UU KPK, Aliansi Masyarakat Sipil Bagi-bagi Mawar di Area CFD
A A A
JAKARTA - Kelompok massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sipil mengkritik langkah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Jokowi. Massa menilai sikap itu kurang dewasa dan terkesan baperan.

Kritikan itu disampaikan massa AMS saat menggelar aksi damai dengan membagikan seribu bunga mawar, membawa poster bertuliskan ‘Indonesia Damai, Dukung Revisi UU KPK’ dan penandatanganan petisi mendukung langkah Presiden merevisi UU KPK, di area Car Free Day (CFD), depan Menara BCA, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Korlap aksi Aliansi Masyarakat Sipil Alif Kemal menilai Agus Rahardjo cs tidak dewasa dan terkesan kekanak-kanakan. "Kayak anak kecil, ini tindakan cengeng dan tidak mendidik. Sisa 3 bulan lagi mereka kelar. Jika mereka mundur maka bayar ganti rugi ke negara full selama dia menjabat," tegas Alif.

Pihaknya menyesalkan tindakan pimpinan KPK yang tengah dihujani kritik dan masalah. Dia pun berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dengan membuat gaduh suasana.

Dia ingin Ketua KPK terpilih Firli Bahuri bisa menjalin sinergitas antarpimpinan dan pegawai tanpa mengganggu pekerjaan sebagai pemberantas korupsi. "Baperan, kekanak-kanakan dan pimpinan KPK tidak bersikap negarawan. Memalukan sekali," sebutnya.

Alif mengapresiasi masyarakat Indonesia, khususnya para peserta CFD yang memberikan support menandatangani petisi dukungannya atas revisi UU KPK. Kata dia, revisi UU KPK justru memberikan kepastian hukum. Salah satunya aturan penyadapan dan fungsi adanya Dewan Pengawas.

"Terima kasih banyak kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan atas revisi UU KPK ini. Agus cs dan kroninya jangan menggiring opini sesat ke masyarakat. Seolah-olah terdzolimi. Kan aneh, KPK dengan kewenangan besar ogah di awasi. Dimana melemahkannya, bau busuk sudah mulai tercium masyarakat bisa memberikan penilaian," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Jaga Kondusivitas Salatiga,...
Jaga Kondusivitas Salatiga, Wali Kota Ajak Masyarakat Tolak Unjuk Rasa Anarkis
Besok Buruh di Jabar...
Besok Buruh di Jabar Bakal Gelar Aksi unjuk Rasa, Ini Tuntutannya
Diduga Provokator, Polisi...
Diduga Provokator, Polisi Tangkap 8 Pemuda Peserta Demo
Polisi dan Mahasiswa...
Polisi dan Mahasiswa Bentrok di Bangladesh, Enam Orang Tewas!
Demonstran Prancis Bentrok...
Demonstran Prancis Bentrok dengan Aparat Keamanan, 150 Polisi Terluka
Senjata Sonik Ilegal...
Senjata Sonik Ilegal Digunakan untuk Membubarkan 300.000 Demonstran di Serbia
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
3 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
5 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
6 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
7 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
7 jam yang lalu
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved