Kronologis Kasus Penilangan Berujung Maut di Lombok Timur

Rabu, 11 September 2019 - 09:24 WIB
Kronologis Kasus Penilangan...
Kronologis Kasus Penilangan Berujung Maut di Lombok Timur
A A A
LOMBOK TIMUR - Zainal Abidin, warga asal Dusun Tunjang Desa Paok Motong Kecamatan Masbagik Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) terjaring razia Operasi Patuh pada 5 September lalu. Pada malam harinya sekitar pukul 20.30 00 WITA mendatangi kantor Satlantas Polres Lombok Timur.

Versi polisi, ZA datang bersama keponakannya membentak petugas piket Aipda WM yang menanyakan motornya yang ditilang. Polisi lain yang ada di lokasi yaitu NH meminta ZA agar tenang dan turun dari motor.
Namun, tiba-tiba ZA menyerang dengan memukul brigadir NH ke arah wajah, hidung dan merangkul hingga keduanya terjatuh.

Bahkan ZA sempat menggigit tangan WM yang bermaksud melerai hingga luka sobek di bagian lengan.

"Mari kita liat persoalan ini secara utuh, pada kesempatan ini saya sampaikan berdasarkan hasil investigasi dan fakta di lapangan," tegas Kapolres Lombok Timur, AKBP Ida Bagus Made Winarta di Mapolres Lotim, Senin (9/9/2019).

Dijelaskannya, setelah keributan selesai dan bersangkutan berhasil dilumpuhkan. ZA kemudian dibawa ke unit Reskrim. Saat pemeriksaan yang bersangkutan tiba-tiba terjatuh sehingga petugas membawanya ke RSUD untuk mendapat perawatan."Sampai dilakukan rawat inap selama 2 hari. Akhiranya ZA mengembuskan nafas terakhir pada Sabtu dini hari," jelasnya.

Versi keluarga korban, keponakan ZA yang menemaninya ke Satlantas Ihsan Juni Saputra mengakui, pamannya lebih dulu menyerang polisi sehingga baku hantam yang tak seimbang dengan polisi tak bisa dihindarkan.

Orang tua ZA Sahabudin dan Rahmah meminta polisi mengusut kasus ini dengan menindak oknum yang diduga melakukan pengeroyokan. "Kita minta ada tindakan hukum terhadap indisipliner oknum anggota polres dan tanggung jawab moral dari polisi," kata Samiun, paman ZA.

ZA sendiri menurut Sahabudin, memang punya riwayat gangguan jiwa sejak pulang dari Malaysia pernah dirawat di rumah sakit Jiwa di Mataram. Ini pula dibuktikan dnegan rekam medik bersangkutan di Puskesmas Masbagik.

Namun demikian, sehari-hari anaknya tetap berkegiatan secara normal, sekali waktu menekuni pekerjaannya sebagai pengrajin kayu.

Kini, polisi masih mendalam kasus ini. Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Polda NTB sendiri membentuk tim Investigasi untuk mengusut kasus ini. Di Lombok Timur, kasus menjadi sorotan publik dan berharap bisa segera diselesaikan.
(rhs)
Berita Terkait
38 Warga Lombok Timur...
38 Warga Lombok Timur Keracunan Soto, 1 Meninggal
Pemancing di Lombok...
Pemancing di Lombok Timur Ditemukan Tewas Dalam Keramba Lobster
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Ribuan Massa Kembali...
Ribuan Massa Kembali Kepung Kantor Bupati Lombok Timur
Muktamar NWDI, TGB Sampaikan...
Muktamar NWDI, TGB Sampaikan Tiga Hal Penting
Mengaku Dicabuli Oknum...
Mengaku Dicabuli Oknum Guru Olahraga, Siswi SMA di Lombok Timur Lapor Polisi
Berita Terkini
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
19 menit yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
44 menit yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
2 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
2 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
2 jam yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved