Warga Cipinang Melayu Nilai Uang Ganti Rugi Tak Cukup Beli Rumah Baru

Kamis, 22 Agustus 2019 - 22:45 WIB
Warga Cipinang Melayu...
Warga Cipinang Melayu Nilai Uang Ganti Rugi Tak Cukup Beli Rumah Baru
A A A
JAKARTA - Warga Tanah Galian RW 14 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur tak terima dengan ganti rugi atas penggusuran tempat tinggalnya yang terkena proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung. Pasalnya nominal angka ganti rugi dirasa tak cukup untuk membeli tempat tinggal baru di Jakarta.

Victor Parulian (49), salah satu warga Tanah Galian RW 14 memilih tetap bertahan karena nilai ganti rugi lahan yang ditawarkan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) belum sesuai."Luas tanah saya 448 meter persegi, luas bangunan 393 meter, dapat uang ganti ruginya Rp1 miliar lebih, itu jumlah yang ditawarkan waktu pertemuan di Teraskita dulu," kata Victor di Makasar, Jakarta Timur, Kamis (22/8/2019).

Victor beserta istri belum meyetujui perihal nominal angka yang ditawarkan untuk proses ganti rugi. Terlebih warga juga tak mendapatkan kejelasan mengenai besaran harga tanah per meter yang hendak diganti rugi.

Warga yang tak terima pun sempat mengajukan sanggahan atas jumlah angka yang ditawarkan."Setelah sanggahan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) ditambah Rp50 juta. Uang tambahan ini bagi kita kayak jajan anak-anak," ujarnya.

Meski tak dapat penjelasan berapa harga tanah per meternya, Victor memperkirakan PT PSBI menghargai tanah warga Rp2,5-3 juta per meter.
Menurutnya jumlah yang ditawarkan tak sebanding dengan total uang yang dikeluarkan warga untuk membangun rumahnya dari nol.

"Yang kita mau minimal 2 kali lipat dari yang ditawarkan. Karena kita bangun rumah ini kan keluar uang, walaupun kita enggak punya sertifikat tanah," tuturnya.

Sementara itu warga yang menolak jumlah uang ganti rugi beragam, menurut Victor, warga Tanah Galian sendiri berbeda pendapat terkait jumlah ganti rugi dan terbagi dalam beberapa kelompok yang di antaranya bahkan menyewa pengacara demi mendapat uang ganti rugi yang diinginkan.

Victor sendiri telah berupaya meminta bantuan ke pemerintah karena merasa uang ganti rugi yang diberikan tak manusiawi."Pengaduan kita kasih ke Setneg (Sekretariat Negara), BUMN, Fraksi PDIP DPR di Komisi I. Sanggahan atas nama grup, grup itu ada sembilan orang. Jadi di sini berbeda, ada yang pakai pengacara ada yang enggak," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemkot Jaktim Tergetkan...
Pemkot Jaktim Tergetkan Korban Kebakaran Jatinegara Tinggal di Rusun
Soal Penggusuran Rumah,...
Soal Penggusuran Rumah, Wanda Hamidah Diminta Tidak Bikin Fitnah
Melanggar Izin, Pemkot...
Melanggar Izin, Pemkot Jaktim Tutup Kegiatan Gereja
Hindari Sengketa Lahan,...
Hindari Sengketa Lahan, Pemkot Jaktim Urus Sertifikat 898 Rumah Ibadah
40 Rumah Terbakar di...
40 Rumah Terbakar di Cakung, Pemkot Jaktim Siagakan Posko Pengungsi
Kadin Jaktim Bersama...
Kadin Jaktim Bersama Pemkot Berbagi Hewan Kurban
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
2 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
4 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
4 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
5 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
6 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
6 jam yang lalu
Infografis
Mayoritas Warga Israel...
Mayoritas Warga Israel Tak Percaya Cara Netanyahu di Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved