Redam Konflik, Bupati Puncak Papua Gelar Bakar Batu Keladi

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 13:11 WIB
Redam Konflik, Bupati...
Redam Konflik, Bupati Puncak Papua Gelar Bakar Batu Keladi
A A A
PUNCAK - Bupati Puncak Willem Wandik menggelar tradisi Bakar Batu Keladi untuk meredam perang saudara, konflik dan kekerasan yang melanda wilayah Puncak, Papua.

Peristiwa kekerasan yang terjadi pada Agustus 2019 yaitu di wilayah Puncak, Papua di antaranya perang saudara di Distrik Ilaga Utara sejak Maret 2019 yang menyebabkan 6 korban tewas.

Kasus lainya yaitu serangan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap anggota Polda Papua hingga menyebabkan Brigadir Anumerta Haidar meninggal dunia.

Perang saudara, konflik dan kekerasan ini membuat suasana di Kabupaten Puncak kurang kondusif.
Redam Konflik, Bupati Puncak Papua Gelar Bakar Batu Keladi

Bupati pun mengambil langkah cepat guna menjaga kabupaten tersebut agar tetap kondusif.

Salah satunya dengan menggelar acara makan bersama tradisi adat masyarakat pegunungan tengah Papua yaitu bakar batu keladi, yang dilaksanakan di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis 16 Agustus 2019.

Acara dilaksanakan dengan mengambil keladi, ubi petatas dari kebun bupati dan keluarganya.

Bupati juga menyiapkan puluhan ekor babi untuk menggelar acara bakar batu keladi yang dihadiri pemerintah daerah, tokoh gereja, masyarakat, TNI, Polri, para kepala suku dan berbagai marga di Kabupaten Puncak.
Redam Konflik, Bupati Puncak Papua Gelar Bakar Batu Keladi

Willem Wandik menyatakan, acara makan bersama ini dapat memberikan filosofi adat masyarakat pegunungan tengah yakni kebersamaan, persatuan, gotong royong, tanpa memandang kelas/status sosial, orang dewasa hingga anak anak, serta para ibu ibu.

“Jangan lagi ada pertumpahan darah, sehingga Kabupayen Puncak selalu aman dan damai,” katanya.

Willem juga mengajak mereka yang masih berseberangan idiologi agar berhenti melakukan penyerangan di Ilaga. Sebab sudah terhitung hampir ada 6 anggota TNI/Polri yang gugur di masa kepemimpinannya sebagai bupati Puncak dua periode.

Bupati menegaskan, KKSB sebaiknya melepas senjata, dan selanjutnya bergabung bersama-sama membangun Kabupaten Puncak agar memberikan dampak kesejahteraan bagi rakyat.
(shf)
Berita Terkait
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
KontraS Sorot Dugaan...
KontraS Sorot Dugaan Penembakan terhadap Tiga Warga Sipil di Papua
OPM Tembak Warga Sipil...
OPM Tembak Warga Sipil di Tembagapura, 1 Korban Kritis
Bentrok di Sentani Masih...
Bentrok di Sentani Masih Berlanjut, Dua Kubu Lengkapi Sajam
Penyelesaian Papua Harus...
Penyelesaian Papua Harus dengan Pendekatan Persuasif Bukan Kekuasaan
Kronologi Aksi Saling...
Kronologi Aksi Saling Serang Antar Suku di Kabupaten Jayawijaya Papua
Berita Terkini
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
1 jam yang lalu
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
1 jam yang lalu
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
3 jam yang lalu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
4 jam yang lalu
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
12 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
14 jam yang lalu
Infografis
Konflik Rusia-Ukraina,...
Konflik Rusia-Ukraina, Harga Batu Bara Makin Tak Terkendali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved