Ini Kata Psikolog Soal Pembunuhan Satu Keluarga di Serang

Rabu, 14 Agustus 2019 - 01:36 WIB
Ini Kata Psikolog Soal...
Ini Kata Psikolog Soal Pembunuhan Satu Keluarga di Serang
A A A
DEPOK - Pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, membuat masyarakat setempat geram dengan aksi para pelaku. Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta mengatakan, biasanya pembunuhan tidak jauh dari pelampiasan sakit hati.

"Penyebabnya bisa karena harga diri, dendam, cemburu, dan sebagainya. Atau karena motif lain seperti faktor adanya harta berharga yang diperebutkan, perampokan, waris, dan sebagainya," kata Shinta, Selasa (13/8/2019).

Menurut Shinta, biasanya pembunuhan terhadap satu keluarga ini karena untuk menghilangkan saksi. Keluarga menjadi pelampiasan pelaku agar tidak ada saksi tersisa. "Dalam pembunuhan satu keluarga, biasanya tujuan adalah agar tidak meninggalkan saksi," ujarnya.

Hal itu dilakukan pelaku karena anggota keluarga korban dianggap sebagai ancaman oleh pelaku. Sehingga dengan menghabisi nyawa satu keluarga maka pelaku beranggapan rekam jejaknya tidak diketahui. "Ya saksi kan merupakan ancaman bagi pelaku. Apalagi jika pelaku berada pada kondisi panik. Mungkin awalnya tidak berencana membunuh semua, tapi karena takut jejaknya diketahui akhirnya dibunuh semua," katanya.

Untuk bisa membunuh lebih dari satu orang, biasanya memang dilatarbelakangi oleh dorongan atau masalah yang besar. Kalau memang dilatarbelakangi dendam, Shinta menduga bahwa dendam tersebut telah dipendam sejak lama.
"Kalau persoalannya adalah harta yang jumlahnya cukup signifikan juga bisa mendorong seseorang melakukan pembunuhan," ungkapnya.( Baca: Satu Keluarga Dibantai, Ayah dan Anak Tewas, Ibu Kritis )

Dia meyakini pelakunya memang sudah memiliki dorongan besar melakukan hal tersebut. Kemudian dilakukan perencanaan hingga akhirnya tega menghabisi nyawa satu keluarga. "Memang ada dorongan yang besar sehingga sudah direncanakan untuk membunuh semua yang ada. Tentu dorongannya harus cukup besar untuk itu," pungkasnya.
(whb)
Berita Terkait
2 Ekskutor Penganiayaan...
2 Ekskutor Penganiayaan Sadis Dibekuk Polres Baubau
Polisi Tangkap Pelaku...
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Sadis di Pematangsiantar
Bunuh Bocah SMP di Bukit...
Bunuh Bocah SMP di Bukit Jamur Gresik, 2 Terdakwa Divonis 7,5 Tahun Penjara
Awalnya Dikira Korban...
Awalnya Dikira Korban Kecelakaan, Warga Kudus Ternyata Korban Pembunuhan
Mayat Dicor Semen di...
Mayat Dicor Semen di Semarang, Polisi: Korban Dianiaya hingga Tewas Lalu Dimutilasi
Kronologi Mayat Dicor...
Kronologi Mayat Dicor Semen di Semarang, Dipukul hingga Pingsan dan Dimutilasi
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
5 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
5 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
5 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
6 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
6 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
8 jam yang lalu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved