Tahun Depan Provinsi Papua Berlakukan Kartu Tani

Kamis, 25 Juli 2019 - 07:44 WIB
Tahun Depan Provinsi...
Tahun Depan Provinsi Papua Berlakukan Kartu Tani
A A A
JAYAPURA - Dinas Pertanian Provinsi Papua mewacanakan penggunaan Kartu Tani mulai tahun 2020 mendatang.

Kendala hingga urung dilakukannya program Presiden Joko Widodo itu dikarenakan banyaknya para petani Papua yang belum memiliki KTP Elektronik. Selain itu, Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (ERDKK) tahun 2020 juga belum diinput tingkat kabupaten/kota.

"Jadi tahun depan kita akan terapkan Kartu Tani. Sementara kita masih siapkan semua kekurangannya, termasuk kami meminta kabupaten/kota untuk mendata dan meneginput data-data ke sistem ERDKK itu," kata Kepala bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Provinsi Papua, Hendro Widodo, Kamis (25/7/2019).

Pihaknya juga mengingatkan seluruh petani di Papua untuk segera membuat KTP Elektronik, yang nantinya data Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan diinput kesistem tersebut.

"Sehingga tanpa KTP Elektronik itu maka tidak bisa, maka program ini juga diperuntukkan untuk mendorong masyarakat memiliki KTP Elektronik, agar dapat fasilitas-fasilitas yang diberikan pemerintah,"ucapnya.

Masalah lain adalah jaringan internet yang belum merata hingga ke pelosok. Serta enggannya petani menginput data yang dinilai cukup banyak, hingga data orang tua mereka, yang harus diinput dalam sistem itu.

"Jaringan internet, data ibu kandung, menjadi hal yang banyak dikeluhkan para petani, tapi kita tetap dorong untuk segera diselesaikan, dan tahun ini kita coba itu,kalau didaerah lain sudah jalan. Kita masih proses mudah- mudahan," katanya.

Dijelaskan, nantinya usulan dari Papua, akan bisa mengakomodir kebutuhan rillnya petani. Hal ini, dikatakan Hendro, karena tidak semua petani menggunakan pupuk.

"Daerah pegunungan itu tidak pakai pupuk. Makanya disini 11 kabupaten/kota saja yang mendapatkan alokasi pupuk yang lain tidak. Inipun juga tidak semua petani yang di kabupaten ini menggunakan pupuk," paparnya.

"Misalnya petani ubi-ubian itukan jarang yang menggunakan pupuk. Yang paling banyak menggunakan pupuk itu adalah petani sayur-sayuran dan padi, sementara palawija lain sangat kecil yang menggunakan pupuk," sambungnya.

Hendro Widodo menjelaskan, tahun 2020 suka tidak suka Kartu Tani di Papua harus berjalan. Nantinya dengan kartu tersebut, petani hanya tinggal menggesek kartu tersebut layaknya ATM. Dan memang Kartu Tani berhubungan dengan pihak Bank, maka dalam data dibutuhkan nama ibu kandung.

"Jadi kartu ini adalah alat transaksi petani, kalau membeli pupuk tinggal gesek seperti ATM. Itu nanti dapat dari bank makanya ada nama ibu kandung karena berkaitan dengan pihak bank," ucapnya.

Tujuan diberlakukan Kartu Tani ini untuk mengurangi penyimpangan-penyimpangan. Karena di kartu kredit itu sudah tercatat berapa kuota setiap petani. Tidak bisa lebih, namun jika kurang diperbolehkan karena sesuai dengan kemampuannya.

"Kalau tidak pakai kartu tani bisa saja terjadi penyimpanganya, dan itu harus ditekan," ujarnya.

Hendro juga memaparkan presentasi penyaluran Pupuk Bersubsidi di Provinsi Papua. Dikatakannya, untuk pupuk NPK telah tersalurkan 54.68% ke petani, pupuk SP-36 sudah mencapai 71.38% tersalurkan, pupuk ZA, 60.85% dan Pupuk organiknya 39.90% telah tersalurkan.
(rhs)
Berita Terkait
Cek Aktivitas Warga...
Cek Aktivitas Warga di Malam Hari, Kapolda Papua Patroli dengan Berjalan Kaki
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
Kasus Rasial di Amerika...
Kasus Rasial di Amerika Jangan Dibawa ke Tanah Papua
Lulusan Terbaik SMA...
Lulusan Terbaik SMA di Amerika, Remaja dari Biak Ini Motivasi Anak Papua
KontraS Sorot Dugaan...
KontraS Sorot Dugaan Penembakan terhadap Tiga Warga Sipil di Papua
15 Pasien Corona di...
15 Pasien Corona di Papua Sembuh
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
24 menit yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
26 menit yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
26 menit yang lalu
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
49 menit yang lalu
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
1 jam yang lalu
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
4 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved