233 Paket Proyek di Sulsel Belum Ditender

Jum'at, 28 Juni 2019 - 16:24 WIB
233 Paket Proyek di...
233 Paket Proyek di Sulsel Belum Ditender
A A A
MAKASSAR - Program kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga akhir semester I belum berjalan optimal. Sepekan lagi memasuki bulan Juli, masih terdapat 233 paket proyek belum diusulkan untuk tender.

Berdasarkan data Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa Setprov Sulsel, hingga akhir Juni, baru 316 paket pengerjaan yang telah diekspos atau selesai tender, dengan nilai pagunya mencapai Rp734,53 miliar. Angka itu hampir mencapai 70% dari total paket yang telah masuk data SIRUP, yakni 574 paket dengan nilai Rp1,241 triliun.

Lebih rinci, Haikal menerangkan, sebanyak 50 paket dengan nilai pagu Rp57,434 miliar saat ini masih dalam tahap review oleh Aparat Pengawas intern Pemerintah (APIP). Selanjutnya dalam tahap pemilihan penyedia sebanyak 83 paket dengan pagu Rp132,55 miliar dan dalam tahap kontrak sebanyak 174 paket dengan pagu Rp553,6 miliar.

"Kalau dilihat nilai anggaran, yang tinggal ini proyek dengan nilai-nilai kecil," kata Haikal.

Lambatnya proses tender proyek hingga akhir triwulan II ini ditengarai disebabkan beberapa faktor. Salah satunya dikarenakan lambatnya pengajuan dari OPD. Terbukti 233 dokumen tender dengan nilai pagu Rp472,53 miliar belum diusulkan.

"Tahun ini kita mau lelang 574 paket, dengan nilai Rp1,241 triliun lebih. Dan belum masuk dokumennya masih ada 233 dokumen. Kalau dipersentasekan sudah hampir 70%," kata Pelaksana tugas (Plt) Biro Pembangunan Haikal Hasan di ruang kerjanya, kemarin.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Jufri Rahman menimpali, lambannya proses tender proyek memengaruhi lemahnya angka realisasi anggaran hingga saat ini. Tercatat pada triwulan II, realisasi serapan anggaran untuk fisik baru 8,19% dari pagu anggaran Rp9,7 triliun.

"Masih rendah sekali. Kabupaten/kota juga seperti itu karena banyak kegiatan fisik yang masih berproses sekarang. Beberapa proyek yang dananya besar masih dalam tahap pelelangan saat ini. Kita harap bisa dipercepat di triwulan III," kata Jufri, kemarin.

Sementara Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengutarakan kekecewaannya pada lambatnya realisasi anggaran Pemprov Sulsel. Bahkan dia menginstruksikan agar tender perencanaan program 2020 telah diselesaikan selambat-lambatnya Desember.

Bukan itu saja, Nurdin juga mendorong mekanisme pengadaan barang dan jasa di masa mendatang mestinya sudah menggunakan e-katalog lokal. "Makanya, mulai tahun depan kita pakai sistem katalog saja," ujar Nurdin.
(rhs)
Berita Terkait
Kerahkan Alat Berat,...
Kerahkan Alat Berat, Brantas Abipraya Tanggap Bencana
HD Apresiasi Danlanal...
HD Apresiasi Danlanal Palembang Selama Bertugas Di Palembang
Makassar hingga Sidrap,...
Makassar hingga Sidrap, Cek Daerah Terpanas di Sulawesi Selatan
Gubernur Sulsel Tinjau...
Gubernur Sulsel Tinjau Rapid Test Massal
Terharu, Dokter Bambang...
Terharu, Dokter Bambang Meneteskan Air Mata Melihat APD
Dampak COVID-19, Pembangunan...
Dampak COVID-19, Pembangunan Creative Hub Sulsel Melambat
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
24 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
7 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved