Dampak COVID-19, Pembangunan Creative Hub Sulsel Melambat
Kamis, 23 Juli 2020 - 01:53 WIB
loading...
Gedung Creative Hub di Bandung. Dalam waktu dekat, Sulsel juga akan memiliki bangunan yang memiliki fungsi serupa. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Pembangunan South Sulawesi Creative Hub (SSCH) yang digagas Pemprov Sulsel melambat. Progres kontruksinya baru mencapai 28%.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abdul Malik Faisal menjelaskan, pengerjaan konstruksinya belum menunjukkan peningkatan yang signifikan akibat efek pandemi Covid-19. (BACA JUGA: Mengenal Imam dan Muazin Salat Jumat Perdana di Hagia Sophia)
"Tahun lalu fisiknya sudah selesai 28%. Tahun ini belum jalan, terlambat karena Covid-19," sebut Malik yang dihubungi. Meski begitu, dia melanjutkan, pengerjaannya tidak ditunda.
Pembangunannya diharapkan tetap bisa dilanjutkan tahun ini yang disesuaikan dengan kondisi pandemi. "Tetap dilanjutkan," tegasnya. Dikatakan, pembangunan SSCH sudah dimulai tahun 2019 lalu dengan alokasi anggaran sekitar Rp1,8 miliar.
Dari total kebutuhan anggaran untuk menyelesaikannya mencapai Rp7 miliar. Untuk tahun ini kelanjutan pembangunannya dialokasikan sekira Rp1 miliar lebih. "Mudah-mudahan wabah virus korona ini bisa berlalu, kita percepat lagi pengerjaan lanjutannya," imbuh Malik.
Meski masih tahap pembangunan fisiknya, Malik mengaku sudah menyusun skema pengelolaan SSCH. Dia mengaku, setelah selesai dibangun, pengelolaannya akan diserahkan secara penuh kepada generasi milenial.
"Jadi nanti ada tim yang dibentuk untuk mengelola itu. Bukan lagi oemerintah yang mengelola. Ini murni akan dikelola anak muda, generasi milineal. Creative Hub inikan murni kita siapkan memang untuk anak muda mengembangkan. Tidak jadi sumber PAD provinsi," urai Malik. (BACA JUGA: Laku Bablas Selebritas Sepelekan Bahaya Virus Corona)
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abdul Malik Faisal menjelaskan, pengerjaan konstruksinya belum menunjukkan peningkatan yang signifikan akibat efek pandemi Covid-19. (BACA JUGA: Mengenal Imam dan Muazin Salat Jumat Perdana di Hagia Sophia)
"Tahun lalu fisiknya sudah selesai 28%. Tahun ini belum jalan, terlambat karena Covid-19," sebut Malik yang dihubungi. Meski begitu, dia melanjutkan, pengerjaannya tidak ditunda.
Pembangunannya diharapkan tetap bisa dilanjutkan tahun ini yang disesuaikan dengan kondisi pandemi. "Tetap dilanjutkan," tegasnya. Dikatakan, pembangunan SSCH sudah dimulai tahun 2019 lalu dengan alokasi anggaran sekitar Rp1,8 miliar.
Dari total kebutuhan anggaran untuk menyelesaikannya mencapai Rp7 miliar. Untuk tahun ini kelanjutan pembangunannya dialokasikan sekira Rp1 miliar lebih. "Mudah-mudahan wabah virus korona ini bisa berlalu, kita percepat lagi pengerjaan lanjutannya," imbuh Malik.
Meski masih tahap pembangunan fisiknya, Malik mengaku sudah menyusun skema pengelolaan SSCH. Dia mengaku, setelah selesai dibangun, pengelolaannya akan diserahkan secara penuh kepada generasi milenial.
"Jadi nanti ada tim yang dibentuk untuk mengelola itu. Bukan lagi oemerintah yang mengelola. Ini murni akan dikelola anak muda, generasi milineal. Creative Hub inikan murni kita siapkan memang untuk anak muda mengembangkan. Tidak jadi sumber PAD provinsi," urai Malik. (BACA JUGA: Laku Bablas Selebritas Sepelekan Bahaya Virus Corona)
Lihat Juga :