Tim Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Inhu Riau

Senin, 17 Juni 2019 - 14:48 WIB
Tim Kesulitan Relokasi...
Tim Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Inhu Riau
A A A
PEKANBARU - Memasuki hari keenam, proses relokasi empat ekor gajah dari permukiman warga di Kabupaten Inhu, Riau menuju Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) belum membuahkan hasil. Salah satu kendala yangh dihadapi tim adalah adanya reaksi berlihan dari masyarakat.

Kepala Bidang I BBKSDA Riau Andri Hansen Siregar menjelaskan, saat ini timnya memfokuskan upaya relokasi terhadap hewan berkelompok ini di Kecamatan Peranap. Kendala yang dihadapi tim adalah sikap warga yang tidak mau mendengarkan permintaan petugas. (Baca Juga: Kawanan Gajah Masuki Permukiman Warga, Petugas Bunyikan Petasan)

"Upaya penggiringan gajah dari permukiman masih terus kita lakukan. Kendala yang kita hadapi di lapangan adalah banyaknya warga yang menghidupkan bunyi-bunyian yang membuat gajah liar itu kebingungan," ucap Andri Hansen Siregar Senin (17/6/2019).

Warga yang membunyikan petasan, meriam bambu oleh warga untuk menghalau gajah masuk perkebunan sawit atau karet warga. Padahal tim seperti TNI, Polri BBKSDA tokoh masyarakat, LSM lingkungan sudah melakukan sosialisasi.

"Warga beralasan membunyikan suara agar gajah tidak masuk ke kebun. Padahal kita sudah mengimbau jangan beraktivitas di kebun dulu. Percayakan relokasi gajah ke petugas," ucap Hansen.

Sementara itu kendala lain yang dihadapi petugas gabungan adalah lokasi gajah saat ini cukup jauh dan medan yang sulit dijangkau. Walau sudah mengalami sedikit kemajuan, namun gajah masih berkutat di permukiman padat penduduk.

"Kita sudah berhasil menggiring gajah dari Desa Baturijal bagian hilir ke hulu. Namun posisi gajah berada di daerah sulit dijangkau yakni kebun warga yang masih banyak hutannya atau kebun yang banyak belukarnya," imbuhnya.

Untuk upaya relokasi dua ekor gajah di Kecapatan Kelayang, BBKSDA belum dilakukan tindakan. Hal itu karena tim masih berkonsentrasi melakukan relokasi di daerah Peranap. Andri menjelaskan bahwa gajah yang di Peranap dan Kelayang masih satu keluarga.

"Kalau gajah yang di Kelayang merupakan gajah hampir dewasa. Dua ekor gajah ini sangat agresif karena sedang mencari jati diri. Kita tidak bisa mempersatukan gajah yang di Peranap dengan di Kelayang karena harus melewati kawasan padat penduduk.
(rhs)
Berita Terkait
Tangkap 2 Pembunuh Gajah...
Tangkap 2 Pembunuh Gajah Liar Polisi, Sita Gading dan Senjata Api serta Amunisi
Memilukan, Anak Gajah...
Memilukan, Anak Gajah di Riau Mati Terjerat Tali Nilon
40 Gajah Liar Berkeliaran...
40 Gajah Liar Berkeliaran di Lahan Pertanian Warga Pidie Aceh
Belasan Gajah Liar Masuki...
Belasan Gajah Liar Masuki Halaman Pondok Pesantren di Riau
Induk dan Janin Gajah...
Induk dan Janin Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Riau
Sakit, Gajah Sumatera...
Sakit, Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Taman Nasional Tesso Nilo
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
5 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
6 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
7 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
7 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
8 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved