Dwikorita: Sejumlah Wilayah Berpotensi Kebakaran Hutan

Rabu, 29 Mei 2019 - 15:11 WIB
Dwikorita: Sejumlah...
Dwikorita: Sejumlah Wilayah Berpotensi Kebakaran Hutan
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan adanya cuaca panas yang mendominasi pada arus mudik lebaran. Titik panas terjadi pada wilayah Indonesia bagian selatan, saat ini sudah mencapai 33 derajat celcius berpotensi menyebabkan kebakaran hutan.

Wilayah tersebut di antaranya Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Informasi terkini mengenai prakiraan cuaca, dapat diakses secara 24 jam melalui call center BMKG (021-6546318) , website http://www.bmkg.go.id , dan masyarakat bisa mengupdate informasi melalui twitter @infobmkg dan aplikasi iOS dan android “Info BMKG”. (Baca Juga: BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Adanya Potensi Hujan Lebat)

Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati menginformasikan bahwa selain prakiraan cuaca yang ekstrem, pihaknya juga mengingatkan akan indikasi gelombang tinggi di perairan Selatan Indonesia. Kecepatan angin yang tinggi berkisar 25-30 knot dan tinggi gelombang 4.0-6.0 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, Samudra Hindia Barat. Hal ini diprediksi dimulai 1 hingga 2 Juni 2019.

"Tinggi gelombang 1.25-2.5 meter dengan status sangat waspada berpeluang terjadi di Perairan utara Pulau Sabang hingga Barat Aceh, Tinggi Gelombang 2.5-4 meter dengan status berbahaya berpeluang terjadi di Perairan Enggano-Bengkulu. Adapun peningkatan tinggi gelombang pada tanggal 30 Mei-1 Juni 2019 berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Simeulue hingga perairan barat Lampung," jelas Dwikorita dalam keteranga persnya di Jakarta Rabu (29/05/2019).

Dwikorita berharap dengan adanya imbauan ini pemudik akan lebih waspada mengenai cuaca pada arus mudik Lebaran 2019. "Saya berharap masyarakat waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh. Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir, waspada jika ada kenaikan tinggi gelombang," harapnya.

Apabila ada kenaikan tinggi gelombang, masyarakat diharapkan menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda. Selain itu, kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri melaut serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran.

"Antisipasi dan waspada potensi bencana kabut asap," tutup Dwikorita.
(rhs)
Berita Terkait
Pesawat Pemadam Kebakaran...
Pesawat Pemadam Kebakaran Yunani Jatuh di Tengah Kebakaran Dahsyat
Kebakaran Hutan Mengamuk...
Kebakaran Hutan Mengamuk Selama 4 Hari di Portugal, 1.400 Orang Dievakuasi
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Spanyol, Lebih dari 500 Orang Tewas
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Membakar 210 Kawasan Hutan di Kanada
700 Titik Api di Sumsel...
700 Titik Api di Sumsel Terdeteksi Sejak Awal Tahun, Bulan Mei Terbanyak
Gelombang Panas Kepung...
Gelombang Panas Kepung Inggris, Kebakaran Hutan di London Makin Membara
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
2 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
5 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
6 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
6 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
7 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
7 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved