Sebelum Dibunuh, Pria Ini Tega Pelintir Kaki Bayinya hingga Patah

Senin, 06 Mei 2019 - 17:31 WIB
Sebelum Dibunuh, Pria...
Sebelum Dibunuh, Pria Ini Tega Pelintir Kaki Bayinya hingga Patah
A A A
JAKARTA - Selain karena kecewa lantaran hamil di luar nikah, sopir laundry berinisial MS (23) nekat menghabisi bayi kandungnya, KQS, 3 bulan karena dalam pengaruh sabu. Sadisnya, sebelum di bunuh bayi tersebut mengalami penyiksaan kakinya dipelintir hingga patah.

“Ini bukan yang pertama. Sebelumnya saat korbannya berumur 1,5 bulan. Bayi itu sudah dipelintir kakinya, hingga membuatnya patah tulang,” kata Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Erick Sitepu, Senin (6/5/2019).

Sebelumnya Bayi berumur tiga bulan, KQS, harus meregang nyawa di tangan ayah kandungnya, MS. Ia tewas usai disiksa di rumahnya Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat, Kamis 2 Mei 2019 kemarin.

Kepada polisi, MS mengakui saat menyiksa anaknya itu dirinya tengah dipengaruhi narkoba jenis sabu. Hal itu terbukti dengan tes urine yang menemukan pelaku positif metaphetamine. Dari narkoba itu, pelaku yang emosi langsung memelintir bagian tubuh si anak.

Kejadian itu dilakukan saat istrinya atau ibu kandung KQS, SK (22) pergi. SK kemudian tak menyadari bila luka yang dilakukan si anak terjadi karena kelakuan si suami. Ia malah menyangka patahan tulang itu karena pola pengasuhan yang salah.

“Tulang patah sendiri kami ketahui setelah melakukan rontgen. Setelah di intograsi pelaku baru kami mengetahui kejadian setengah bulan lalu,” ucapnya. (Baca: Ringkus Sopir Angkot, Polisi Dalami Kasus Kematian Bayi 3 Bulan )

Sementara terhadap kejadian yang terjadi saat ini. Erick mengatakan pelaku juga memanfaatkan kelengahan istrinya. Kala itu si Istri pergi ke pasar dan menitipkan KQS ke MS. Meskipun didalam rumah terdapat dua orang tua SK. Namun karena keterbatasan penglihatan, membuat keduanya tak bisa mengawasi. “Disitulah MS menyiksa anaknya membabi buta hingga menyiksa korbannya,” ucapnya.

Dari hasil penyidikan sementara diketahui pembunuhan yang dilakukan MS dilakukan pada Sabtu (27/4/2019) lalu. Karena itulah polisi bakal memeriksa Dokter Puskesmas Kebon Jeruk. Ia diduga membiarkan kasus ini, meskipun mengetahui kejadian ini.

“Saat ini kami masih fokus penanganan penyidikan terhadap pelaku. Kemudian untuk dari pihak Puskesmas sendiri, beberapa sudah kami mintai keterangan ya. Memang perlu diketahui dari dokter sendiri telah membuat rekam medis,” ucapnya. (Baca juga: Bayi Tewas Dibunuh Ayahnya Terungkap Berkat Kejelian Petugas Puskesmas )

Karena itu, MS mengatakan pihaknya berencana akan memeriksa dokter itu esok hari. Sebab untuk saat ini, si dokter sedang berpergian keluar kota.
(ysw)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
Rakernas XVIII APEKSI...
Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi untuk Perkuat Pembangunan Perkotaan
10 menit yang lalu
BNN-Bea Cukai Sita 3,37...
BNN-Bea Cukai Sita 3,37 Ton Narkotika, Sahroni: Kejar Bandar Utamanya
18 menit yang lalu
Pemprov DKI Telusuri...
Pemprov DKI Telusuri Lahan Warga Pinggir Rel Pejompongan yang Terancam Digusur, Pramono: Saya Ingin Memanusiakan Orang
27 menit yang lalu
Ada Kebakaran Dekat...
Ada Kebakaran Dekat Rel, KRL Lintas Tangerang Mengalami Keterlambatan
1 jam yang lalu
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Begini Analisa BMKG
2 jam yang lalu
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved