Tradisi Mider Buyut, Tombak Ini Diarak Keliling Desa

Minggu, 03 Maret 2019 - 05:00 WIB
Tradisi Mider Buyut,...
Tradisi Mider Buyut, Tombak Ini Diarak Keliling Desa
A A A
Beragam tradisi atau ritual dilakukan masyarakat dalam menyambut musim tumbuhnya bulir padi. Di sebuah desa di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, masyarakat menggelar ritual mider buyut dengan mengeluarkan tombak pusaka milik pendiri desa.

Tombak pusaka yang hanya keluar setahun sekali saat musim tumbuhnya bulir padi tersebut diarak keliling desa dan dicelupkan ke dalam ember berisi air dan kembang setaman yang disiapkan warga di depan rumahnya.

Tombak yang selama satu tahun disimpan di rumah Kepala Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon ini dikeluarkan oleh sang kuncen melalui ritual dan doa untuk diarak keliling desa, Kamis (28/2/2019) siang.

Rombongan yang dipimpin sesepuh desa atau keturunan pemilik tombak ini keluar dari rumah kepala desa dengan membawa benda pusaka berupa sebilah tombak dan dua buah kemong di sepanjang jalan. Pewaris benda pusaka ini kemudian mencelupkan ujung tombak dan kemong yang dibawanya ke dalam air yang telah dipersiapkan warga di sepanjang jalan depan rumah.

Ratusan warga yang telah menanti rombongan tradisi mider buyut sambut musim tumbuhnya bulir padi ini, langsung berebut air untuk menyirami tubuh sesaat setelah ujung tombak dicelupkan ke dalam air. Ratusan warga mulai dari orang dewasa hingga balita larut dalam siraman air. Air ini juga kerap digunakan warga untuk menyirami area persawahan dan rumah mereka.

Darini, seorang warga Desa Bulak berharap, dengan disiramnya air di area tertentu akan berdampak baik bagi kehidupan mereka, khususnya bagi persawahan agar subur dan menghasilkan padi yang melimpah.

Seusai berkeliling kampung, rombongan mider buyut ini kembali ke rumah kepala desa untuk memandikan tombak pusaka yang dahulu digunakan untuk membuka hutan dan membentuk sebuah pemerintahan di desa tersebut. Benda ini kemudian dicuci dengan air bunga tujuh rupa dan campuran boreh.

Untuk diketahui, benda pusaka berupa tombak ini merupakan warisan Ki Buyut Kesmad, pendiri Desa Bulak.

Menurut Mulyani, kepala Desa Bulak, setiap tahunnya benda pusaka tersebut hanya keluar saat ritual tradisi mider buyut menyambut musim tanam. Setiap warga yang menduduki jabatan kepala desa diwajibkan untuk merawat serta menjaga tombak yang terbuat dari logam kuningan tersebut.

Selain itu, kepala desa juga setiap tahun diwajibkan menggelar acara tradisi mider buyut untuk tetap menjaga kelestarian budaya dan alam di Desa Bulak sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri desa.
(zik)
Berita Terkait
Keris Pusaka Setan Kober,...
Keris Pusaka Setan Kober, Senjata Sakti Pembunuh Arya Penangsang
Kisah Ratu Kalinyamat...
Kisah Ratu Kalinyamat Hadiahi Benda Pusaka dan Wanita Cantik ke Perintis Tanah Mataram
Kisah Kiai Betok, Pusaka...
Kisah Kiai Betok, Pusaka Sakti Kerajaan Demak yang Tewaskan Pembunuh Bayaran
Momen Dua Pusaka Sakti...
Momen Dua Pusaka Sakti Pangeran Diponegoro, Ada yang Keluarkan Kilatan Cahaya
Kisah Tragis Raja Mataram...
Kisah Tragis Raja Mataram dan Pengambilan Paksa Benda Pusaka oleh VOC Belanda
Mengulas Gelar Mpu dari...
Mengulas Gelar Mpu dari Masa Kerajaan Nusantara, Apa Istimewanya?
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
17 menit yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
1 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
1 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
5 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved