DPRD DKI Akui Belum Diundang MRT Bahas Soal Tarif

Sabtu, 23 Februari 2019 - 13:41 WIB
DPRD DKI Akui Belum...
DPRD DKI Akui Belum Diundang MRT Bahas Soal Tarif
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengaku bahwa pihaknya belum pernah diundang oleh PT MRT Jakarta perihal pembahasan tarif.

Padahal menurutnya, pembahasan itu cukup penting. Lantaran untuk memberikan kejelasan soal tarif maupun subsidi yang ada.

"MRT justru dibahas DPRD karena menyangkut subsidi menyangkut mengambil uang dari rakyat mesti dikasih tahu ke DPRD. Kenapa? Supaya kalau kita mau subsidi PSO berapa kan itu harus dianggarkan kalau gak darimana duitnya. Misalnya dalan hitungan normal dia harus bayar Rp25ribu, karena ini rakyat terus kita mau subsidi dong. Katakan dua jadi bayar 10 ribu, berarti kan disubsidi Rp15 ribu, Rp15 ribu itu jadi berapa persen? Jadi 15 ribu dibagi 25 ribu kali 100 persen. Sekian persen itu lah kita mensubsidi. Duitnya dari mana? Dari APBD. Kan apbd itu DPRD dan pemerintah jadi DPRD diajak diskusi,"urai Taufik di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu menuturkan, meskipun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa tarif MRT sudah final, namun tetap harus ada pembahasan.

"Iya sekarang berapa subsidinya? Terus nanti duitnya dari mana. Saya kira Rp8 ribu Rp7 ribu cukup," tambahnya.

DPRD DKI, kataTaufik akan kebingungan jika tiba-tiba tarif MRT diputuskan. "Bukan Masalah setuju nggak setuju, sekarang duitnya subsidi dari mana nih kalau tarif itu tarif subsidi? Saya mau tahu dulu itu tarif subsidi apa nggak? Even tidak tarif subsidi harusnya ngomong DPRD karena ini menyangkut uang yang dipungut dari rakyat," jelas Taufik.

Taufik mencontohkan, Transjakarta sebelum beroperasi bertemu dengan DPRD DKI untuk membahas tarif maupun subsidi.

"Ya boleh aja Pemda yang menentukan tapi musti didiskusikan juga dengan kita supaya kita prepare nih oh gua musti siapin uang buat nanti di APBD sekian buat subsidi. Kan misalnya subsidinya jadi 18 ribu, 18 ribu kali jumlah penumpang dalam waktu setahun. Itu kita yang mensubsidi," tegasnya.
(pur)
Berita Terkait
3 Raperda Tentang Tata...
3 Raperda Tentang Tata Ruang Diupayakan Dibahas Simultan
Megawati Kritik Jakarta...
Megawati Kritik Jakarta Kota Amburadul, ini Respon M Taufik
Anggota DPRD Sebut Perubahan...
Anggota DPRD Sebut Perubahan Nama Bank DKI Terburu-Buru
DPRD DKI Minta Program...
DPRD DKI Minta Program Pengamanan Aset Jadi Prioritas di APBD 2023
Fraksi PKS Minta Pemprov...
Fraksi PKS Minta Pemprov DKI Tidak Potong TKD Tenaga Pendidik dan Kesehatan
DPRD DKI Jakarta Pertanyakan...
DPRD DKI Jakarta Pertanyakan Pembelian Tanah Rp700 Miliar
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
3 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
3 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
6 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
6 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
7 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
9 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved