Balita Tewas di Tangan Ayah Tiri, Wali Kota Depok Beri Dana Kerohiman

Selasa, 12 Februari 2019 - 17:33 WIB
Balita Tewas di Tangan...
Balita Tewas di Tangan Ayah Tiri, Wali Kota Depok Beri Dana Kerohiman
A A A
DEPOK - Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengunjunginya keluarga NF (2), balita yang tewas di tangan ayah tirinya. Ketika dikunjungi, kondisi kejiwaan Eny, ibu NF, masih syok. Untuk itu, Pemkot Depok akan memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban.

Saat ini ibu korban kekerasan juga membawa satu anak tiri dari Hari Kurniawan yang merupakan suaminya. Eny membawa anak tirinya karena suaminya sedang menjalani proses hukum. (Baca juga: Ibu Kandung Lagi Mengamen, Bayi 2 Tahun Tewas Dibanting Ayah Tiri)

"Ibu korban masih syok, dia harus recovery dan nanti masih dalam pemeriksaan polisi. Tentunya nanti pemerintah akan mengupayakan bantuan hukum untuk mendampingi korban," ujar Idris Abdul Shomad ketika mengunjungi rumah keluarga korban di Tapos, Selasa (12/2/2019). .( Baca: Bayi Tewas Dibanting, Ayah Tiri dan Ibu Kandung Diperiksa di Polres Depok )

Keluarga korban mendapatkan bantuan dari Pemkot Depok berupa dana kerohiman. Selain itu, pendampingan psikologis juga diberikan berkoordinasi dengan P2TP2A. (Baca juga: Ibu Kandung Lagi Mengamen, Bayi 2 Tahun Tewas Dibanting Ayah Tiri)

Keluarga korban perlu didampingi mengingat Eny juga membawa anak tiri dari suaminya. Sebab mantan istri Hari saat ini berada di Padang, Sumatera Barat. "Untuk melacak alamatnya juga enggak mudah. Mungkin nanti akan kami komunikasikan ke P2TP2A untuk diasuh dulu. Kami juga izin agar anak pelaku dititipkan di panti milik Pemkot Depok," tukasnya.

Eny sendiri saat ini sedang dalam kondisi mengandung dua bulan. Hal itu diungkapkan Eny kepada Wali Kota Idris. "Dari keterangan ibu korban begitu (hamil dua bulan). Oleh sebab itu, kami berikan dana kerohiman operasional wali kota kepada keluarga korban untuk sekadar menyelesaikan permasalahan ekonomi. Intinya, di sini kita ingin jangan sampai memberikan dampak negatif terhadap si ibu dan anaknya yang lain," tandasnya.

Eny juga bercerita kepada wali kota soal kehidupan keluarganya. Dia menceritakan soal kondisi ekonomi yang dihadapi. "Saya tanya ibu berasal dari mana? Waktu nikah umur berapa? Sudah berapa lama di sini? katanya memang untuk KTP dia belum buat, namum kalau suaminya (pelaku) di KTP asli dari Sindangkarsa dan belum melapor untuk izin tinggal di Kota Depok," pungkas wali kota.
(thm)
Berita Terkait
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Angka Kasus Asusila...
Angka Kasus Asusila Anak di Kota Parepare Meningkat
Jadi Fenomena Gunung...
Jadi Fenomena Gunung Es, Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terus Naik
Arief Minta Tangerang...
Arief Minta Tangerang Bebas Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan
Gadis Kecil Ditemukan...
Gadis Kecil Ditemukan Jadi Mayat Kebun Karet, Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
7 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
7 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
8 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
8 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
9 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Humaira Asghar...
Profil Humaira Asghar Ali, Artis Pakistan yang Tewas di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved