Idap Rubella, Bayi Altha asal Cikarang Butuh Bantuan Biaya Pengobatan

Senin, 11 Februari 2019 - 17:04 WIB
Idap Rubella, Bayi Altha...
Idap Rubella, Bayi Altha asal Cikarang Butuh Bantuan Biaya Pengobatan
A A A
BEKASI - Seorang balita bernama Althafarizqi Akram (1 tahun) terbaring lemah di RS lantaran didiagonasa menderita Rubella. Bayi yang akrab disapa Altha ini membutuhkan donasi masyarakat lantaran ketiadaan biaya sang orang tua untuk biaya perawatan sang buah hati.

Orang tua Altha, Sandi mengatakan, mulanya Altha lahir dalam keadaan normal tanpa ada tanda-tanda cacat fisik. Perubahan terjadi setelah satu minggu kelahiran, Sandi melihat ada yang aneh di mata sang buah hati.

"Ada tanda putih-putih bulat kecil di mata kanan. Selang sepekan kemudian ada tanda serupa di mata kiri," kata Sandi dalam keterangannya di laman www.pedulisehat.id.

Pada usia 1 bulan, Sandi pun membawa Altha ke salah satu RS di Cikarang, Kabupaten Bekasi untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya pemeriksaan laboratorium pun membuat pria yang bekerja sebagai buruh ini terkejut.

"Dokter menyatakan dari hasil laboratorium Altha mengidap Rubela yang menyerang telinga, mata, kepala dan jantung," ujar pria yang tinggal di Perumahan Bumi Citra Lestari, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi ini.

Menurut Sandi, Altha telah melakukan pemeriksaan jantung melalui cek echo, dan hanya dinyatakan ada penyempitan jantung. Begitu pun saat dilakukan CT scan kepala, menurut dokter Neuro ada pengapuran di kepala Altha.

"Pendengaran Altha pun mengalami gangguan. Dan Altha terkena gizi buruk umur 1 tahun 1 bulan berat badan Altha baru 6,4 kg," ujarnya. Sandi menuturkan, untuk pengobatan Altha hanya mengandalkan BPJS, namun untuk beberapa pengobatan misalnya alat bantu kesehatan tidak bisa tercover oleh BPJS.

"Dan saat ini anak saya sedang membutuhkan sepasang alat bantu pendengaran yang nominal harganya bagi keluarga sangatlah tinggi dan mustahil bisa dipenuhi sendiri. Namun anak kami sangat membutuhkannya dengan harapan Altha dapat mendengar dengan menggunakan alat bantu tersebut," tuturnya.

Sandi mengaku selain bekerja sebagai buruh pabrik, saat ini dirinya di waktu kosong berjualan manisan kolang-kaling untuk membantu ongkos berobat ke Jakarta."Butuh waktu panjang dan biaya yang tidak sedikit untuk penyembuhan ini. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah daerah ataupun masyarakat untuk kesembuhan buah hati saya," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Zona Kuning Covid-19,...
Zona Kuning Covid-19, Masyarakat Bekasi Masih Abaikan Penerapan Protokol Kesehatan
Bangun Ribuan Jamban,...
Bangun Ribuan Jamban, Pemkab Bekasi Anggarkan Rp23,7 Miliar
Event Comet Land 2024...
Event Comet Land 2024 Selebrasi Bidang Kesehatan di Kota Bekasi
Setelah Waterboom, Pemkab...
Setelah Waterboom, Pemkab Bekasi Tutup Kartika Karaoke Cikarang karena Langgar Protokol Kesehatan
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Gunakan Anggaran Refocusing,...
Gunakan Anggaran Refocusing, Bekasi Rekrut Tenaga Kesehatan
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
6 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
9 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
9 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
9 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
10 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
11 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved