Zona Kuning Covid-19, Masyarakat Bekasi Masih Abaikan Penerapan Protokol Kesehatan

Rabu, 10 Maret 2021 - 00:23 WIB
loading...
Zona Kuning Covid-19,...
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmadja menyatakan banyak warga yang masih abaikan penerapan protokol kesehatan.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
BEKASI - Kabupaten Bekasi saat ini berstatus zona kuning Covid-19. Artinya, risiko tingkat penularan Covid-19 di Kabupaten Bekasi sudah turun dari tinggi menjadi rendah. Sayangnya, turunnya status zona penularan Covid-19 ini tidak sejalan dengan kebiasaan masyarakat Kabupaten Bekasi dalam menerapkan protokol kesehatan.

Karena sampai saat ini masih ada warga yang abai menerapkan protokol kesehatan. Seperti tidak mengenakan masker di tempat keramaian dan tidak menjaga jarak.”Di lokus-lokus tertentu masih ada masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan. Mungkin mereka tidak sadar. Tapi itu akan membawa penularan,” kata Bupati Bekasi, Eka Supria Atmadja pada Selasa (9/3/2021).

Berdasarkan hasil pantauannya, kata dia, warga yang seringkali kedapatan tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak seperti di pasar.”Biasanya di pasar, atau tempat keramaian. Tapi kalau di toko, restoran atau tempat makan sudah menjalankan protokol kesehatan. Seperti pembatasan jumlah pengunjung ymakan di tempat. Atau, hanya melayani take away,” ujarnya. Baca: Ditutup Sejak Januari 2021, Pemkab Bekasi Buka Segel Waterboom Lippo Cikarang

Eka meminta masyarakat tetap terapkan protokol kesehatan. Karena status zona kuning bukan berarti terbebas dari risiko penularan Covid-19.”Kalau dari sekarang ini menjadi zona kuning dari merah dan oranye, ini mengindikasikan peran serta masyarakat luar biasa dalam menerapkan prokes. Jadi tetap patuhi protokol kesehatan dimana pun berada,” ungkapnya.

Berdasarkan laman pikokabsi.bekasikab.go.id pada Selasa (9/3/2021), total angka kasus positif Covid-19 sebanyak 19.824. Sedangkan pasien sembuh berjumlah 18.685 orang. Sementara pasien meninggal dunia sebanyak 229, 349 orang masih dirawat di rumah sakit dan 561 orang menjalani isolasi mandiri.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved