DBD di Sumba Timur, 7 Warga Meninggal dan 3 Kritis

Sabtu, 02 Februari 2019 - 19:55 WIB
DBD di Sumba Timur,...
DBD di Sumba Timur, 7 Warga Meninggal dan 3 Kritis
A A A
SUMBA TIMUR - Demam berdarah dengue (DBD) hingga kini bagai hantu yang menakutkan bagi warga Kabupaten Sumba Timur, NTT. Pasalnya telah tujuh warga meninggal karena kasus DBD. Tak hanya warga yang kelimpungan karena wabah DBD ini, para medis dan juga Pemerintah setempat pun dibuat kewalahan.

Hana Adriana, Balita berusia 10 bulan, adalah korban ketujuh yang meninggal dunia Minggu (27/01/2019) lalu. Keceriaannya kini hanya tinggal kenangan dalam keluarga Primus Werong.

Pasalnya DBD renggut keceriaan puterinya yang kemudian menyusul kepergian Maria Jeni, ibundanya yang telah meninggal dunia saat melahirkannya kurang dari setahun silam.

"Awalnya demam dan panas tinggi, kami duga karena mau tumbuh gigi saja, tapi karena esoknya tidak ada perubahan kami bawa ke Rumah Sakit dan ternyata terdeteksi DBD. Kondisi terus memburuk, masuk ICU dan kemudian meninggalkan kami semua yang mencintainya," ujar Darius Lemad, kakek Hana yang ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Cerita miris karena DBD sepertinya belum akan berakhir, selain potensi penambahan warga terjangkit, hingga kini berdasarkan informasi yang diterima oleh media ini, masih ada tiga warga yang dalam penanganan intensif di ruang ICU RSUD Umbu Rara Meha-Waingapu.

"Hingga kini telah tujuh yang meninggal dunia. Itu kalau dihitung dari pertengahan Desember 2018 lalu. Kini sudah ratusan pasien yang terdeteksi dan jalani perawatan karena DBD di tiga rumah sakit yang ada di Kota Waingapu ini. Tekait itu, kami telah tetapkan sebagai KLB dan terus melakukan upaya abatesasi, fogging juga penyuluhan kepada warga," jelas Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora, yang ditemui kala melakukan peninjauan ke RSU Imanuel, Sabtu (02/02/2019) lalu.

Hasil olahan data dari tiga rumah sakit di kota Waingapu, warga yang terjangkit dan jalani perawatan karena DBD hingga Sabtu (02/02/2018) hari ini sebanyak 206 orang. Dari para penderita ini didominasi balita dan anak-anak. Para pasien DBD ini pun tersebar merata diberbagai tingkatan kelas perawatan, mulai dari kelas tiga hingga VIP.
(nag)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
5 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
8 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
8 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
10 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
10 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved