Banyak Busa di Kali Item, Anies Sebut Penyebabnya Limbah Rumah Tangga

Rabu, 02 Januari 2019 - 22:04 WIB
Banyak Busa di Kali...
Banyak Busa di Kali Item, Anies Sebut Penyebabnya Limbah Rumah Tangga
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menyayangkan penggunaan limbah deterjen rumah tangga yang menimbulkan busa di kali Sunter atau Kali Item, Jakarta Utara. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemprov DKI akan memperbaiki secara komprehensif penggunaan detergen di masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penggunaan limbah deterjen dari berbagai sumber khususnya rumah tangga itu sangat luar biasa tinggi intesitasnya. Sehingga, ketika air dari Danau Sunter itu di pompa dan dimasukkan ke kali Item, limbah sisa deterjen seperti diaduk dan keluar buih busa yang amat banyak.

"Saat ini mau tidak mau kita harus melakukan pemompaan dan saat itu muncul busanya. Busa itu muncul karena setiap pompa itu dinyalakan. Inilah kenyataan selama ini yang perlu diperbaiki," kata Anies saat mengunjungi rumah pompa danau sunter di kantor DPU DKI Jakarta, dan RT/RW 13/01, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji menilai peristiwa banyaknya busa di kali Item itu memang akibat penggunaan limbah rumah tangga yang kebanyakan menggunakan tipe hard detergent dengan kadar yang keras, ditambah kepercayaan orang Indonesia yang harus ada busa bersifat keras saat melakukan aktifitas mencuci.

"Jadi kalau kita bandingkan dengan negara-negara maju mereka sudah menggunakan yang namanya Soft deterjen di mana tidak ada kandungan fosfat di kita masih menggunakan batasan pada tahap deterjen yang digunakan pasti akan menghasilkan busa," ungkapnya.

Isnawa hanya berharap ada deterjen dan busanya tidak menghasilkan zat aditif yang terdapat pada masalah lingkungan seperti di Australia dan Malaysia. Sehingga, bekerja lebih ramah lingkungan.

Sebab, apabila terus menggunakan deterjen bersifat keras secara terus-menerus, Isnawa menyebut akan berdampak pada kehidupan ikan-ikan misalnya terhadap tumbuh-tumbuhan yang ada di sungai atau di bantaran kali dan sungai.

Sementara itu, Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga menyebut ada tiga permasalahan mendasar dalam membersihkan kali. Pertama, Industri rumah tangga seperti pabrik tahu rumahan, cuci jeans harus memiliki ipal dan dilarang keras mbuang air limbah ke sungai. Menurutnya, harus ada sanksi tegas mulai dari penyegelan bahkan penutupan pabrik.

Kedua, Pemprov DKI sudah harus membuat saluran air limbah tersendiri dan ipal kota sehingga tidak ada lagi pembuangan limbah rumah tangga langsung ke saluran air kota atau sungai.

Terakhir, Penataan ulang bangunan dan fungsi peruntukan lahan apa yang boleh di spanjang sungai. "Tanpa ke 3 hal itu sebanyak apa pun kali dibersihkan tidak akan pernah berhasil," tegasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Anies Sebut Aliran Sungai...
Anies Sebut Aliran Sungai Krukut Penyebab Genangan di Kemang Hingga Sudirman
Anies Lantik 12 Pejabat...
Anies Lantik 12 Pejabat Tinggi di Pemprov DKI
Anies Ganti 2 Wali Kota...
Anies Ganti 2 Wali Kota dan 5 Pejabat Pemprov DKI, Berikut Nama-namanya
Dua Wajah Anies di Pusaran...
Dua Wajah Anies di Pusaran Reklamasi
Anies Baswedan Dapat...
Anies Baswedan Dapat Penghargaan Lagi, Pemprov DKI Raih Top Digital Awards 2020
Berhasil Dapat WTP Selama...
Berhasil Dapat WTP Selama Pimpin Jakarta, Anies Apresiasi Jajarannya
Berita Terkini
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
20 menit yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
45 menit yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
1 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
1 jam yang lalu
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
2 jam yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved