Harga Sembako di DIY Cenderung Stabil, Beras Naik Rp200 Bawang Rp5.000

Senin, 17 Desember 2018 - 15:41 WIB
Harga Sembako di DIY...
Harga Sembako di DIY Cenderung Stabil, Beras Naik Rp200 Bawang Rp5.000
A A A
YOGYAKARTA - Sejumlah barang kebutuhan pokok di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpantau naik. Meski demikian kenaikan ini tidak terlalu signifikan.

Dari pantuan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY di di Pasar Wates, Kulonprogo, Senin (17/12/2018), sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti beras, sayuran, bawang merah, cabai, telur dan beberapa komoditas lain.

Beras misalnya naik sekitar Rp200 per kilogram. Kenaikan juga dialami oleh wortel dan kol. Sayuran jenis ini naik R500 per kilogram. Kenaikan cukup tinggi dialami oleh bawang merah yang naik sekitar Rp5.000 dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kilogramnya.

"Kenaikannya masih wajar," kata Kepala Bagian Analisa dan Kebijakan produktivitas Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekda DIY, Deden Rokhawati di sela –sela pemantauan.

Pemantauan ini dilakukan di lima pasar besar di wilayah DIY, salah satunya di Pasar Wates, Kulonprogo. Pemantauan melibatkan Bank Indonesia Perwakilan Yoyakarta, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Dinas Perdagangan DIY, Dinas Perdagangan Kabupaten, unsur kepolisian, Bulog dan beberapa lembaga lain.

"Pemantauan ini untuk mengecek ketersediaan barang dan harga di pasaran," katanya.

Kepala Tim Pengembangan Eknomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Probo Sukesi menyebut kenaikan sejumlah komoditas ini masih dalam tahap wajar. Menurutnya, kenaikan ini sebagai imbas dari kenaikan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru. TPID akan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Bulog untuk menjaga harga tetap stabil.

"Kami memastikan ketersediaan barang-barang kebutuhan pokok aman," katanya.

Salah satu pedagang beras, Novi mengaku harga beras cenderung stabil. Harga beras bervariasi tergantung kualitas mulai dari Rp9.200 hingga Rp11.000 per kilogram. "Hanya naik sedikit, Natal memang tidak banyak pengaruhnya," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Wow! Selama Lebaran...
Wow! Selama Lebaran Penduduk DIY Tambah 1,5 Juta Jiwa, Pemasukan Rp2 Trilun
Mulai Hari ini Kepala...
Mulai Hari ini Kepala Desa di Gunungkidul Resmi Disebut Lurah Desa
Kampanye Akbar di Kulonprogo,...
Kampanye Akbar di Kulonprogo, Ganjar Pranowo Bangga Jadi Bagian Keistimewaan DIY
13 Maret Cikal Bakal...
13 Maret Cikal Bakal Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta, Ini Alasannya
Asmindo Emoh DIY Provinsi...
Asmindo Emoh DIY Provinsi Termiskin di Pulau Jawa
Warga Nekat Nongkrong...
Warga Nekat Nongkrong Tanpa Masker, Sultan Ancam Tutup Malioboro
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
9 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
9 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
10 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
11 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
11 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
14 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved