Meski Terbukti Lakukan Penipuan, Dimas Kanjeng Divonis Nihil

Rabu, 05 Desember 2018 - 13:22 WIB
Meski Terbukti Lakukan...
Meski Terbukti Lakukan Penipuan, Dimas Kanjeng Divonis Nihil
A A A
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis nihil pada Kanjeng Dimas Taan Pribadi, terdakwa kasus dugaan penipuan. Pria yang mengaku mampu menggandakan uang itu, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan terhadap korban bernama Muhammad Ali sebesar Rp10 miliar.

Sebelum menjatuhkan vonis, Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana menjelaskan, bahwa sebelum kasus ini, terdakwa sudah menjalani vonis penjara untuk kasus pembunuhan selama 18 tahun penjara dan kasus penipuan selama tiga tahun penjara. Sehingga, jika diakumulasi, total masa pidana penjara terdakwa selama 21 tahun. "Undang-undang secara kumulatif tidak membolehkan hukuman melebihi dari 20 tahun. Maka, pidana pada terdakwa nihil,” katanya, Rabu (5/12/2018).

Anne mengungkapkan, terdakwa Taat Pribadi Alias Dimas Kanjeng Taat Pribadi Bin Mustain sekitar bulan Februari 2014 di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo yang beralamat di Dusun Sumber Cangkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo terbukti melakukan tindak pidana penipuan terhadap korbannya, Muhammad Ali. "Korban membayar mahar sebesar Rp60 juta dengan tujuan akan dibangun pondok pesantren, rumah sakit, serta penampungan anak yatim piatu," ujar Anne.

Permintaan Muhammad Ali disetujui dengan memberi jaminan dua koper yang berisi uang masing-masing berisi mata uang euro dan real senilai Rp60 miliar. Namun koper itu tidak boleh dibuka dulu sampai ada perintah dari Taat Pribadi. Dana Rp10 miliar tersebut diserahkan ke Taat Pribadi secara bertahap sekitar empat kali. Rinciannya, pertama Rp3 miliar, kedua Rp2 miliar, ketiga Rp3 miliar, dan keempat Rp2 Milyar di bulan Pebruari 2014.

Sayangnya, uangnya pun ditilap oleh Taat. "Mengadili, terdakwa bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP," ujar Anne.

Mendengar vonis ini, Taat Pribadi terlihat tersenyum. Usai sidang dia mengaku langsung menerima keputusan tersebut. Jawaban berbeda disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmat Hari Basuki. Dia menyatakan akan mengajukan banding terkait dengan vonis tersebut. Sebelumnya, JPU menuntut Taat Pribadi pidana selama empat tahun penjara. "Saya akan laporkan dulu putusan ini pada pimpinan. Tapi saya akan ajukan banding," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Praktik Penggelapan di Yayasan UMK, Uang Mengalir ke Dimas Kanjeng
Mirip Kanjeng Dimas,...
Mirip Kanjeng Dimas, Viral di Medsos Seorang Pria Gandakan Uang Pecahan Rp100 Ribu
3 Fakta Padepokan Wewe...
3 Fakta Padepokan Wewe Gombel, Tempat Orang Terbuang Perbaiki Diri
Kisah Mistis Sultan...
Kisah Mistis Sultan Agung Menikah dengan Ratu Kidul demi Kekuasaan Mataram Islam
Lirik Selawat Nasabe...
Lirik Selawat Nasabe Kanjeng Nabi Lengkap dengan Artinya
Perjalanan Gaib Yudhis,...
Perjalanan Gaib Yudhis, Terjebak dalam Padepokan Mistis
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
56 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved