Pengelolaan Terminal Khusus Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Kalbar

Senin, 19 November 2018 - 21:37 WIB
Pengelolaan Terminal...
Pengelolaan Terminal Khusus Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Kalbar
A A A
KETAPANG - Untuk mendorong investasi dan kepastian hukum bagi pelaku usaha, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus melakukan penataan sektor kepelabuhan. Di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terdapat beberapa perusahaan yang memiliki terminal khusus.

Kepala Kantor UPP Kelas III Kendawangan, Capt Herbert EP Marpaung, mengungkapkan, Pelabuhan Kendawangan Ketapang merupakan pelabuhan yang menjadi gerbang selatan ke wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Pelabuhan yang dipadati aktivitas pelayaran ini juga ramai dengan komoditas berupa CPO, bijih bauksit dan Smelter Grade Alumina.

“Terminal khusus untuk komoditas tersebut menyerap lapangan kerja sampai ribuan orang dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ketapang yang cukup besar,” kata Capt Herbert dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/11/2018).

Adapun total terminal khusus yang beroperasi di wilayah kerja UPP Kendawangan sebanyak 13 terminal dengan kunjungan kapal rata-rata sekitar 200-an kapal per bulannya. Kementerian Perhubungan dapat mencabut izin pengoperasian terminal khusus tersebut.

“Izin pengoperasian terminal khusus dapat dicabut apabila pemegang izin melanggar kewajibannya dan menggunakan terminal khusus untuk melayani kepentingan umum tanpa izin atau tidak sesuai dengan izin yang telah diberikan,” terangnya.

Salah satu perusahaan yang memiliki terminal khusus yaitu PT Well Harvest Winning Alumina Refinery yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan. Untuk PT WHW sebagai salah satu proyek strategis nasional yang mengelola bahan mentah dalam hal ini bijih bauksit menjadi Smelter Grade Alumina (SGA). Terminal khusus tersebut dibangun dalam rangka mendukung proses produksi dan penjualan.

Di tingkat nasional, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Kalimantan Barat, pemerintah mulai membangun terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak. Diharapkan, dengan adanya pelabuhan ini akan menambah daya saing Kalbar secara khusus dan Indonesia secara umum.

“Jika sudah beroperasi nanti, kita harapkan ekspor barang tidak melalui Pelabuhan Pontianak, melainkan bisa langsung dari terminal kijing. Karena kapasitas daya tampung di sini (kijing) cukup besar yaitu mencapai 2 juta TEUs atau tujuh kali lipat dari Pelabuhan Pontianak sebesar 300 ribu TEUs,” kata General Manager PT Pelindo II (IPC) Pontianak, Adi Sugiri.

Sekadar diketahui, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan bersama Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) telah menyelenggarakan sosialisasi di beberapa daerah terkait keluarnya Peraturan Menteri yang baru tentang pengelolaan Terminal Khusus (Tersus) dan juga Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Terminal khusus adalah terminal yang terletak di luar daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan yang merupakan bagian dari pelabuhan terdekat. Perusahaan pemegang izin terminal khusus berdasarkan Pasal 18 PM 20 Tahun 2017 tentang Terminal Khusus dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri, kegiatan bongkar dapat dilakukan secara langsung tanpa melibatkan perusahaan bongkar muat, atau dengan kata lain kegiatan bongkar muat dapat dilakukan sendiri oleh Perusahaan.

Untuk menghindari terjadinya punggutan liar, pemerintah melindungi para pelaku usaha yaitu pelaksana bongkar muat dilarang memungut tarif jasa bongkar muat yang tidak ada pelayanan jasanya. Hal ini sesuai Pasal 18 ayat (2) PM 152 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal.
(rhs)
Berita Terkait
Pelindo Ikut Membangun...
Pelindo Ikut Membangun Kalimantan Barat melalui Terminal Kijing
Dukung Hilirisasi, Jokowi...
Dukung Hilirisasi, Jokowi Optimistis Pelabuhan Kijing Pacu Daya Saing Produk Unggulan Kalbar
Ada Rebutan Lahan Basah...
Ada Rebutan Lahan Basah di Pelabuhan Kijing
Pasca Kapal Satya Kencana...
Pasca Kapal Satya Kencana III Karam, Pelindo Jamin Kelancaran Layanan Operasional Pelabuhan Kumai
Memprihatinkan! Jalan...
Memprihatinkan! Jalan Menuju Pelabuhan Segintung Dipenuhi Tumbuhan Liar
Hendak Bawa Kabur 2...
Hendak Bawa Kabur 2 Mobil ke Palembang, Polisi Amankan Debt Collector di Pelabuhan Muntok
Berita Terkini
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
1 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
4 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
5 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
6 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
6 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
7 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved