Pasca Kapal Satya Kencana III Karam, Pelindo Jamin Kelancaran Layanan Operasional Pelabuhan Kumai
Rabu, 19 Oktober 2022 - 20:37 WIB
loading...
Pelindo Pasang Oil Boom, Antisipasi Cegah Adanya Tumpahan BBM Akibat KM Satya Kencana III Karam. iNews TV/Sigit
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero Cabang Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng melakukan sejumlah langkah untuk menjamin layanan operasional tetap berjalan normal pascainsiden karam dan tergulingnya KM Satya Kencana Ill di area perairan pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, Rabu dini hari (19/10).
Salah satunya dengan menyiapkan skema layanan operasional pelabuhan dengan memaksimalkan sisa dermaga yang ada.
CEO Pelindo Sub Regional Kalimantan Fariz Hariyoso menyampaikan, pihaknya merespon cepat kejadian tersebut melalui koordinasi dengan berbagai pihak seperti Otoritas Pelabuhan dan pihak perusahaan pelayaran atau pengguna jasa.
Dalam pertemuan terserbut, pihaknya membahas upaya penanganan insiden termasuk juga skema alternatif pelayan operasional di Pelabuhan Kumai.
Sementara dalam hal operasional pihaknya menyampaikan saat ini Pelabuhan kumai memiliki total panjang dermaga mencapai 300 meter, dan area yang terdampak inside sepanjang 100 meter, sehingga masih ada sekitar 200 meter dermaga yang bisa di optimalkan untuk melayani sandar kapal.
"Kami melakukan langkah - langkah penanganan inside kecelakan sesuai dengan SOP yang kami miliki, Salah satunya memasang oil boom dan melokalisir area inside, kami juga berkolaborasi berbagai pihak seperti, Otoritas Pelabuhan, Syahbandar serta tentunya Pengguna Jasa Kepelabuhanan untuk dapat mengatur pola aktivitas tambat sandar dan bongkar muat kapal di dermaga demi kelancaran kinerja operasional, ujar Fariz.
Semenatara itu Kepala Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Kelas IV Pelabuhan Kumai Hary Suyanto mengatakan, dalam upaya penanganan awal dan menjamin keselamatan pelayaran, pihaknya bersama Pelindo sat ini telah melokalisir area insiden dan memasang oil boom di area kecelakaan. Hal tersebut untuk meminimalisir potensi tumpahan minyak dari kapal yang karam.
Salah satunya dengan menyiapkan skema layanan operasional pelabuhan dengan memaksimalkan sisa dermaga yang ada.
CEO Pelindo Sub Regional Kalimantan Fariz Hariyoso menyampaikan, pihaknya merespon cepat kejadian tersebut melalui koordinasi dengan berbagai pihak seperti Otoritas Pelabuhan dan pihak perusahaan pelayaran atau pengguna jasa.
Dalam pertemuan terserbut, pihaknya membahas upaya penanganan insiden termasuk juga skema alternatif pelayan operasional di Pelabuhan Kumai.
Sementara dalam hal operasional pihaknya menyampaikan saat ini Pelabuhan kumai memiliki total panjang dermaga mencapai 300 meter, dan area yang terdampak inside sepanjang 100 meter, sehingga masih ada sekitar 200 meter dermaga yang bisa di optimalkan untuk melayani sandar kapal.
"Kami melakukan langkah - langkah penanganan inside kecelakan sesuai dengan SOP yang kami miliki, Salah satunya memasang oil boom dan melokalisir area inside, kami juga berkolaborasi berbagai pihak seperti, Otoritas Pelabuhan, Syahbandar serta tentunya Pengguna Jasa Kepelabuhanan untuk dapat mengatur pola aktivitas tambat sandar dan bongkar muat kapal di dermaga demi kelancaran kinerja operasional, ujar Fariz.
Semenatara itu Kepala Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Kelas IV Pelabuhan Kumai Hary Suyanto mengatakan, dalam upaya penanganan awal dan menjamin keselamatan pelayaran, pihaknya bersama Pelindo sat ini telah melokalisir area insiden dan memasang oil boom di area kecelakaan. Hal tersebut untuk meminimalisir potensi tumpahan minyak dari kapal yang karam.
Lihat Juga :