Antisipasi Macan Kembali Menyerang, Warga Ungsikan Ternak ke Rumah
Jum'at, 02 November 2018 - 14:49 WIB
Antisipasi Macan Kembali Menyerang, Warga Ungsikan Ternak ke Rumah
A
A
A
KARANGANYAR - Munculnya binatang buas diduga macan kumbang ke perkampungan membuat warga Dusun Sendang, RT 01/ RW 11, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah waspada. Tidak mau hewan ternaknya kembali menjadi korban, sejumlah warga memilih mengungsikan ternak ke dalam rumah.
Seperti halnya, yang dilakukan oleh Arjo Paimin (50). Dari total 12 kambing miliknya, 3 diantaranya mati diterkam binatang buas yang diyakini adalah seekor macan berwarna hitam. Khawatir macan kembali menyerang, sejak Kamis siang 1 Oktober 2018 dirinya memilih memindahkan sembilan kambingnya ke dalam rumah yang dimodifikasi menjadi kandang darurat, sembari membenahi kandang lama agar lebih tertutup.
" Kluthek-kluthek weduse mancali lawang (menendang pintu), terus pintune saya buka. Saya lihat macane megonggong ngadep ngidul (macan berdiri menghadap ke selatan). Saya heo-heo (usir) macane melompat ke kebun belakang," ungkap Arjo sembari memberi makan ternaknya.
Diketahui sebelumnya, lima kambing milik Karyo Wagiyo (65) dan tiga milik Arjo Paimin di dalam kandang ditemukan mati diterkam binatang buas diduga macan dalam waktu yang berbeda.
Sementara itu, Kepala Dusun Sendang Suwarno, menyatakan telah memberikan imbauan kepada seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain mengamankan diri dan ternak, secara bersama-sama mereka akan membuat kandang jebakan untuk memancing macan dan masuk dalam perangkap dalam kondisi hidup.
Pasalnya, berdasar hasil koordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI-Polri, dan Perhutani, binatang tersebut merupakan hewan yang dilindungi.
"Seluruh kandang dirapatkan serta diperkuat, terutama kandang yang berada di luar rumah yang agak terbuka. Selain memperkuat kandang, secara bersama-sama warga juga membuat kandang jebakan. Nantinya, kandang jebakan yang diisi umpan seekor kambing akan diletakkan di dekat perkebunan yang berdekatan dengan hutan, kita tangkap hidup-hidup" terang Suwarno.
Lebih lanjut diungkapkan Suwarno, kejadian nahas yang terjadi baru kali pertama di Dusun Sendang. Warga menduga bahwa ancaman binatang buas tersebut diduga lantaran kondisi hutan lereng Gunung Lawu kritis akibat kemarau berkepanjangan yang membuat bahan makanan menipis.
"Macan sedang melahirkan juga bisa, memakan kambing untuk anak-anaknya, atau mungkin karena banyak lahan Gunung Lawu yang terbakar, jadi cadangan makanan di hutan habis, " kata Suwarno.Petugas
Seperti halnya, yang dilakukan oleh Arjo Paimin (50). Dari total 12 kambing miliknya, 3 diantaranya mati diterkam binatang buas yang diyakini adalah seekor macan berwarna hitam. Khawatir macan kembali menyerang, sejak Kamis siang 1 Oktober 2018 dirinya memilih memindahkan sembilan kambingnya ke dalam rumah yang dimodifikasi menjadi kandang darurat, sembari membenahi kandang lama agar lebih tertutup.
" Kluthek-kluthek weduse mancali lawang (menendang pintu), terus pintune saya buka. Saya lihat macane megonggong ngadep ngidul (macan berdiri menghadap ke selatan). Saya heo-heo (usir) macane melompat ke kebun belakang," ungkap Arjo sembari memberi makan ternaknya.
Diketahui sebelumnya, lima kambing milik Karyo Wagiyo (65) dan tiga milik Arjo Paimin di dalam kandang ditemukan mati diterkam binatang buas diduga macan dalam waktu yang berbeda.
Sementara itu, Kepala Dusun Sendang Suwarno, menyatakan telah memberikan imbauan kepada seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain mengamankan diri dan ternak, secara bersama-sama mereka akan membuat kandang jebakan untuk memancing macan dan masuk dalam perangkap dalam kondisi hidup.
Pasalnya, berdasar hasil koordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI-Polri, dan Perhutani, binatang tersebut merupakan hewan yang dilindungi.
"Seluruh kandang dirapatkan serta diperkuat, terutama kandang yang berada di luar rumah yang agak terbuka. Selain memperkuat kandang, secara bersama-sama warga juga membuat kandang jebakan. Nantinya, kandang jebakan yang diisi umpan seekor kambing akan diletakkan di dekat perkebunan yang berdekatan dengan hutan, kita tangkap hidup-hidup" terang Suwarno.
Lebih lanjut diungkapkan Suwarno, kejadian nahas yang terjadi baru kali pertama di Dusun Sendang. Warga menduga bahwa ancaman binatang buas tersebut diduga lantaran kondisi hutan lereng Gunung Lawu kritis akibat kemarau berkepanjangan yang membuat bahan makanan menipis.
"Macan sedang melahirkan juga bisa, memakan kambing untuk anak-anaknya, atau mungkin karena banyak lahan Gunung Lawu yang terbakar, jadi cadangan makanan di hutan habis, " kata Suwarno.Petugas
(sms)