Kantor Angin Jatiwangi dari Masa ke Masa

Jum'at, 02 November 2018 - 05:00 WIB
Kantor Angin Jatiwangi...
Kantor Angin Jatiwangi dari Masa ke Masa
A A A
Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Klas III Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, biasa disebut 'Kantor Angin' oleh masyarakat sekitar. Kenapa ya?

Kantor ini terletak di Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, tepatnya di Jalan Letnan A Arzain Jatiwangi Nomor 28. Petugas di kantor ini secara rutin melakukan pengamatan cuaca dan kecepatan angin yang hasilnya cukup penting bagi masyarakat di sekitar Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Kegiatan pengamatan udara dan cuaca di wilayah ini sudah ada sejak zaman penjajahan, atau sekitar 1918. Saat itu, kegiatan pengamatan udara dan cuaca dilakukan di Pabrik Gula Jatiwangi, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Jatiwangi sekarang.

"Diadakan oleh Pemerintah Belanda. Hal ini (pengamatan) dilakukan untuk mendukung perkebunan tebu yang berada di seluruh wilayah III Cirebon," kata salah satu petugas di BMKG Stasiun Meteorologi Jatiwangi Ahmad Faa Iziyn saat berbincang dengan SINDOnews, belum lama ini.
Kantor Angin Jatiwangi dari Masa ke Masa

Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1940, aktivitas meteorologi dipindah, tidak lagi di lingkungan Pabrik Gula Jatiwangi. Namun, lokasi untuk aktivitas itu masih relatif dekat, yakni hanya sekitar 700 meter dari Pabrik Gula Jatiwangi.

Pemindahan itu tidak terlepas dari status salah satu pejabat masa penjajahan yang menikah dengan warga setempat. "Pada tahun 1940, Stasiun Meteorologi dipindahkan ke gedung milik orang Belanda (Mr. Reken) yang telah menikah dengan orang pribumi dari Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi," kata Faiz, demikian dia biasa disapa, yang juga prakirawan di BMKG Stasiun Meteorologi Jatiwangi itu.

Di tempat tersebut, aktivitas meteorologi bertahan sekitar 21 tahun. Pada 1961, tempat pengamatan kembali berpindah. Setelah menggunakan rumah pribadi, aktivitas meteorologi kemudian bergeser sekitar 300 meter, masih di desa yang sama. Lokasi baru itu bertahan hingga sekarang.
Kantor Angin Jatiwangi dari Masa ke Masa

"Kegiatan Stasiun Meteorologi Jatiwangi sesuai tuntutan zaman. Kegiatan permukaan (sinoptik), pengamatan udara atas selama 24 jam, dan prakiraan cuaca harian," beber dia.

Di kalangan masyarakat sekitar, ada fakta unik tentang keberadaan Kantor BMKG itu. Mereka justru mengenal kantor tersebut dengan sebutan 'Kantor Angin'. Jangan heran ketika kita menanyakan lokasi Kantor BMKG, tidak sedikit masyarakat yang tampak kebingungan.
Kantor Angin Jatiwangi dari Masa ke Masa

Yudi, salah satu warga Jatiwangi mengaku, beberapa tahun ke belakang dirinya lebih mengenal BMKG dengan sebutan Kantor Angin. Kendati begitu, dia mengaku tidak tahu persis mengapa muncul sebutan itu.

"Dulu memang banyak nyebutnya 'Kantor Angin'. Malah kalau nanya BMKG, kadang jarang yang tahu, meskipun warga yang rumahnya dekat dengan BMKG. Sekarang juga kayaknya kalau orang-orang tua mah lebih tahunya 'Kantor Angin', bukan BMKG," kata Yudi.

Ya. Penyebutan Kantor Angin oleh masyarakat tidak terlepas dari aktivitas para petugas di sana, yang memang berkaitan dengan kondisi angin. "Itu mungkin karena mereka sering melihat kami sedang mengamati angin di ketinggian. Sehingga, menyebarlah bahwa di sini itu Kantor Angin," ujar Faiz.
Kantor Angin Jatiwangi dari Masa ke Masa

Kini, untuk mendukung proses pengamatan, Kantor BMKG Stasiun Meteorologi telah dilengkapi dengan berbagai peralatan yang cukup memadai. Selain alat manual, kantor tersebut juga telah dilengkapi dengan peralatan yang relatif lebih modern.
(zik)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
29 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
40 menit yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved