Ratusan Siswa SD di Depok Diduga Keracunan Air, Dinkes Nyatakan KLB
Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:38 WIB
Ratusan Siswa SD di Depok Diduga Keracunan Air, Dinkes Nyatakan KLB
A
A
A
DEPOK - Kasus dugaan keracunan air yang dialami ratusan siswa SDIT Pondok Duta, Kota Depok, sudah ditangani dinas kesehatan (dinkes) setempat. Saat ini Dinkes Depok sedang tahap pembuatan laporan investigasi.
"Saat ini masih ditangani dan dianalisis," ujar Sekretaris Dinkes Kota Depok Ernawati, Kamis (18/10/2018).
Menurut dia, kasus dugaan keracunan air di sekolah tersebut sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB). Sebab jumlah kasus terus bertambah.
Berdasarkan data Tim Dinkes Depok, kata dia, terdapat penambahan kasus diare sejak awal bulan hingga pertengahan Oktober ini.
"Total jumlah kasus 137. Semua kasus sudah ditangani fasilitas kesehatan, baik swasta dan Pemkot. Sudah dilakukan koordinasi penyuluhan dan identifikasi faktor penyebab," katanya.
Sebelumnya, ratusan siswa diduga mengalami keracunan akibat air yang digunakan untuk wudhu dan cuci tangan. Saat itu air berbau dan diduga tercemar bakteri. Dari ratusan yang diduga tercemar, beberapa diantaranya sampai dibawa ke rumah sakit. (Baca juga: Ratusan Siswa SDIT di Depok Diduga Keracunan Air)
Ia menjelaskan, Dinkes Depok awalnya menerima laporan kasus diare pada 11 Oktober dari Puskesmas Tugu. Dari laporan itu, Dinkes Depok melakukan investigasi oleh Tim Gerak Cepat dengan mendatangi rumah sakit, rumah siswa, dan sekolah.
Selain itu juga dilakukan pengambilan sampel air dan makanan, lalu dikirim ke IPB Bogor. Kini sedang menunggu hasil selama 14 hari. "Sumber air yang dicurigai sebagai penyebab ditutup dan tidak digunakan," pungkasnya.
"Saat ini masih ditangani dan dianalisis," ujar Sekretaris Dinkes Kota Depok Ernawati, Kamis (18/10/2018).
Menurut dia, kasus dugaan keracunan air di sekolah tersebut sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB). Sebab jumlah kasus terus bertambah.
Berdasarkan data Tim Dinkes Depok, kata dia, terdapat penambahan kasus diare sejak awal bulan hingga pertengahan Oktober ini.
"Total jumlah kasus 137. Semua kasus sudah ditangani fasilitas kesehatan, baik swasta dan Pemkot. Sudah dilakukan koordinasi penyuluhan dan identifikasi faktor penyebab," katanya.
Sebelumnya, ratusan siswa diduga mengalami keracunan akibat air yang digunakan untuk wudhu dan cuci tangan. Saat itu air berbau dan diduga tercemar bakteri. Dari ratusan yang diduga tercemar, beberapa diantaranya sampai dibawa ke rumah sakit. (Baca juga: Ratusan Siswa SDIT di Depok Diduga Keracunan Air)
Ia menjelaskan, Dinkes Depok awalnya menerima laporan kasus diare pada 11 Oktober dari Puskesmas Tugu. Dari laporan itu, Dinkes Depok melakukan investigasi oleh Tim Gerak Cepat dengan mendatangi rumah sakit, rumah siswa, dan sekolah.
Selain itu juga dilakukan pengambilan sampel air dan makanan, lalu dikirim ke IPB Bogor. Kini sedang menunggu hasil selama 14 hari. "Sumber air yang dicurigai sebagai penyebab ditutup dan tidak digunakan," pungkasnya.
(thm)