Perempuan Aceh Motor Penggerak UMKM Kreatif Aceh

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:02 WIB
Perempuan Aceh Motor...
Perempuan Aceh Motor Penggerak UMKM Kreatif Aceh
A A A
BANDUNG - Ada yang menarik dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan kemarin. Dari sekian barisan pengurus teras ISMI di atas podium, terlihat hanya satu srikandi yang terapit di antara para pengusaha ISMI.

Srikandi itu adalah Hasdiana (44) saudagar perempuan kelahiran Bireun, Aceh. Wanita yang dikenal sebagai pejuang hak-hak wanita Aceh itu dengan semangat menyatakan bahwa perempuan Aceh itu sejatinya adalah tipe pekerja keras, kreatif dan mandiri.

“Wanita Aceh saat ini tengah menunjukkan jati dirinya sebagai bagian penting dari keluarga dan daerahnya. Mereka bukan cuma mampu mengurus suami dan anak-anaknya tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif UMKM,” tandasnya.

Sebagai Sekretaris Korwil ISMI Provinsi Aceh, Hasdiana telah banyak melakukan edukasi, pendampingan dan membantu perempuan Aceh untuk memproduksi aneka produk kreatif UMKM yang berkualitas tinggi.

Dalam beberapa kali even pameran di Eropa, produksi craft handmade buah tangan perempuan Aceh sangat digemari. “Bahkan tas rotan balutan kulit yang kami produksi tak kalah keren saat disandingkan dengan tas sekualitas Hermes,' tuturnya saat rehat sambil menunjukkan foto-fotonya saat pameran di Eropa.

Tidak itu saja, produk minyak nilam atau atsiri yang sudah dalam bentuk aromatherapi pun telah juga menjangkau ke Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Belanda hingga China.

Saat ini, pihaknya tengah serius membuat program untuk peningkatan taraf hidup perempuan Aceh di Kabupaten Aceh Utara dan Lhoksemauwe. “Dahulu dua daerah itu terkenal kaya dan bergelimang dollar karena hadirnya industri raksasanya. Tetapi setelah industri raksasa itu kandas kini menjadi daerah terbelakang sehingga angka kriminalitas termasuk tinggi. Untuk menanggulangi itu maka sudah seharusnya perempuan Aceh harus berkarya,” paparnya.

Pernyataan Hasdiana itu sekaligus menjawab amanat Ketua Umum ISMI Ilham A Habibie saat pembukaan Munas ISMI yang bertema "Menggalang Potensi dan ukhuwah Saudagar Muslim Dalam Memperkuat UKM di Era Digital".

Menurut Ilham, selama ini ada beberapa kendala pengembangan UMKM. Misalnya konsistensi kualitas produk yang disebutnya masih kerap berubah-ubah. Dalam arti, suatu produk UMKM terkadang di awal kualitasnya bagus, tapi kemudian menjadi kurang bagus.

Kemudian, modal juga kerap menjadi hambatan para pengusaha kecil ini melebarkan sayapnya. Alhasil produknya tidak bisa berkembang karena keterbatasan pembiayaan.
(rhs)
Berita Terkait
Tiga Bulan Dibentuk,...
Tiga Bulan Dibentuk, Kinerja Tim Implementasi MoU Helshinki Dipertanyakan
ACT Terus Dampingi dan...
ACT Terus Dampingi dan Siapkan Pangan Untuk Penyintas Rohingya di Aceh
Ibu Rumah Tangga Ini...
Ibu Rumah Tangga Ini Nekat Pasok Sabu untuk Suami di Rutan
Bencana Banjir Terjang...
Bencana Banjir Terjang Aceh Barat, Ribuan Rumah Terendam
Gelombang Tinggi Hantam...
Gelombang Tinggi Hantam Aceh Barat Daya, 38 Rumah Ambruk
Demi Daging Meugang,...
Demi Daging Meugang, Warga Subussalam Aceh Rela Berdesakan di Pasar Sejak Subuh
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
5 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
45 menit yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
9 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
9 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved