Misteri Penyerangan Kerajaan Sunda ke Majapahit Pascaperang Bubat dan Prasasti Horren

Senin, 08 Oktober 2018 - 05:00 WIB
Misteri Penyerangan...
Misteri Penyerangan Kerajaan Sunda ke Majapahit Pascaperang Bubat dan Prasasti Horren
A A A
Prasasti Horren adalah prasasti yang ditemukan di Kediri Selatan, tepatnya di Kecamatan Campur Darat, Tulungagung, Jawa Timur. Prasasti Horren adalah prasasti yang tertulis di atas lembar keping tembaga dengan ukuran panjang 32,6 cm, lebar 10,6 cm. Dalam Prasasti itu tertulis mengenai serangan Kerajaan Sunda yang melulu lantakan Horren yang kala itu merupakan permukiman penting di wilayah yang sekarang termasuk Provinsi Jawa Timur.

Menurut seorang peneliti Belanda, WF Stutterheim yang dikutif dari www.historyofcirebon.id, prasasti ini diduga berasal dari zaman Majapahit. Stutterheim menduga prasasti ini dibuat pascaperistiwa Bubat tepatnya pada 1357 Masehi. Dia berpandangan bahwa selepas peristiwa Perang Bubat Kerajaan Sunda sebenarnya melakukan serangan ke Majapahit.

Hal ini dia simpulkan berdasarkan petikan kalimat dalam prasasti yang berbunyi, 'ring kaharadara. nguniweh an dadyan tumangga-tangga datang nikanang çatru sunda' yang maksudnya 'tentang kerusakan yang tiba-tiba; lagi pula secara mendadak datanglah musuh (dari) Sunda'. Selain itu dia berpendapat gaya bahasanya dianggap gaya bahasa era Majapahit.

Dimana serangan yang dilakukan Kerajaan Sunda pada Majapahit tersebut dilakukan dengan teknik senyap, dan langsung menyasar pada jantung Ibukota Majapahit. Mengingat tentara Sunda mendarat dengan tiba-tiba di Horren, yaitu di wilayah utara Kediri yang letaknya tidak terlampau jauh dari Ibukota Kerajaan Majapahit (Trowulan).

Namun oleh beberapa peneliti lainnya hal ini dibantah dimana mereka beranggapan jika serangan oleh Kerajaan Sunda dilakukan pada zaman Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan (abad XI Masehi).

Namun jika memang Prasasti itu dibuat pada jaman Majapahit tepatnya setelah peristiwa Perang Bubat, maka akan ditemukan jawaban mengenai alasan kenapa Sunda menggempur Majapahit. Akan tetapi sebaliknya, jika Sunda menggempur wilayah Jawa Timur yang kala itu diperintah oleh Airlangga, maka sepertinya tidak ada alasan melakukan penyerbuan, mengingat Kerajaan Kahuripan yang didirikan Airlangga itu tidak pernah berurusan dengan Kerajaan Sunda. Prasasti ini kini disimpan di Museum Sonobudoyo, Kota Yogyakarta.

Sumber :- wikipedia
- www.historyofcirebon.id
(sms)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
6 jam yang lalu
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
7 jam yang lalu
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
7 jam yang lalu
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
9 jam yang lalu
Jakarta Menuju Kota...
Jakarta Menuju Kota Global, Ida Fauziyah: Empat Pilar Kebangsaan Jangan Dilupakan
10 jam yang lalu
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
10 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved