Ditangkap Polisi Karena Dugaan Narkoba, Seorang Pria Tewas Tak Wajar
Senin, 03 September 2018 - 23:14 WIB
Ditangkap Polisi Karena Dugaan Narkoba, Seorang Pria Tewas Tak Wajar
A
A
A
BATAM - Seorang pria bernama Chi Hok alias Ahong, yang diduga tersandung kasus narkoba dikabarkan meninggal secara tidak wajar. Saat ini, jenazahnya masih berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Kepri.
Pihak keluarga mendatangi RS Bhayangkara karena tidak terima dengan kematian Ahong yang dianggap tidak wajar. Budi, adik dari Ahong, ditemui di RS Bhayangkara, mengaku abangnya ditangkap oleh Subdit IV Mabes Polri karena kasus narkoba di rumahnya di Tanjungpinang. Penangkapan itu juga disaksikan oleh ketua RT setempat, Jumat 31 Agustus 2018.
"Saat penangkapan polisi tidak menunjukkan surat penangkapan maupun penggeledahan. Karena kami masyarakat biasa, makanya kami menerima saja," jelas Budi, Senin (9/3/2018) malam.
Menurut Budi, Ahong dibawa polisi dengan alasan untuk pengembangan. Namun pihak keluarga tidak diberitahu akan dibawa ke mana. Saat penangkapan, di rumah juga tidak ditemukan adanya barang bukti narkoba. "Saat abang saya (Ahong) ditangkap, tidak ditemukan barang bukti narkiba," ujarnya.
Setelah beberapa hari tidak ada kabar, Budi kemudian dihubungi oleh ketua RT setempat dan mengatakan kalau abangnya berada di Rumah Sakit Bhayangkara dan boleh datang untuk melihat.
"Sampai di sini kami baru dikasih tahu pihak rumah sakit kalau abang kami sudah meninggal. Saya kaget, padahal saat dibawa masih sehat-sehat saja. Kenapa sekarang sudah meninggal," sesalnya.
Dia juga menyayangkan tindakan yang didapat dari pihak rumah sakit yang menolak memberikan hasil visum kepada pihak keluarga. Padahal secara fisik banyak kejanggalan dari kondisi jenazah kakaknya.
"Kami sudah lihat jenazah abang kami, pada rusuk kirinya ada yang timbul, apakah tulangnya patah atau bagaimana kami juga tidak tahu. Pada kaki juga ada lebam. Keningnya juga luka cukup dalam," lanjut Budi.
Dia mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Propam Polda Kepri. "Kami tidak terima dengan kejadian ini. Kami minta keadilan. Sejauh ini keterangan yang diberikan pada kami tidak terbuka," pungkasnya.
Sementara itu belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tewasnya Ahong.
Pihak keluarga mendatangi RS Bhayangkara karena tidak terima dengan kematian Ahong yang dianggap tidak wajar. Budi, adik dari Ahong, ditemui di RS Bhayangkara, mengaku abangnya ditangkap oleh Subdit IV Mabes Polri karena kasus narkoba di rumahnya di Tanjungpinang. Penangkapan itu juga disaksikan oleh ketua RT setempat, Jumat 31 Agustus 2018.
"Saat penangkapan polisi tidak menunjukkan surat penangkapan maupun penggeledahan. Karena kami masyarakat biasa, makanya kami menerima saja," jelas Budi, Senin (9/3/2018) malam.
Menurut Budi, Ahong dibawa polisi dengan alasan untuk pengembangan. Namun pihak keluarga tidak diberitahu akan dibawa ke mana. Saat penangkapan, di rumah juga tidak ditemukan adanya barang bukti narkoba. "Saat abang saya (Ahong) ditangkap, tidak ditemukan barang bukti narkiba," ujarnya.
Setelah beberapa hari tidak ada kabar, Budi kemudian dihubungi oleh ketua RT setempat dan mengatakan kalau abangnya berada di Rumah Sakit Bhayangkara dan boleh datang untuk melihat.
"Sampai di sini kami baru dikasih tahu pihak rumah sakit kalau abang kami sudah meninggal. Saya kaget, padahal saat dibawa masih sehat-sehat saja. Kenapa sekarang sudah meninggal," sesalnya.
Dia juga menyayangkan tindakan yang didapat dari pihak rumah sakit yang menolak memberikan hasil visum kepada pihak keluarga. Padahal secara fisik banyak kejanggalan dari kondisi jenazah kakaknya.
"Kami sudah lihat jenazah abang kami, pada rusuk kirinya ada yang timbul, apakah tulangnya patah atau bagaimana kami juga tidak tahu. Pada kaki juga ada lebam. Keningnya juga luka cukup dalam," lanjut Budi.
Dia mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Propam Polda Kepri. "Kami tidak terima dengan kejadian ini. Kami minta keadilan. Sejauh ini keterangan yang diberikan pada kami tidak terbuka," pungkasnya.
Sementara itu belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tewasnya Ahong.
(wib)