Gadis Malang Tewas Terseret Kuda Wisata

Senin, 13 Agustus 2018 - 19:56 WIB
Gadis Malang Tewas Terseret...
Gadis Malang Tewas Terseret Kuda Wisata
A A A
BLITAR - Rahmawati (19), pengunjung wisata hutan Pinus Gogoniti, Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur terjatuh dari kuda milik wahana wisata. Sialnya kaki Rahmawati tersangkut tali pelana dan kuda yang berlari kencang menyeretnya sejauh 50 meter.

Akibat luka yang diderita, gadis asal Desa Sumberboto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang itu tewas di lokasi kejadian. “Betul, korban meninggal dunia akibat terjatuh dan terseret kuda,” ujar Kasatreskrim Polres Blitar AKP Rifaldhy Hangga Putra.

Insiden yang berujung maut itu terjadi Minggu sore (12/8/2018). Polisi langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara. Untuk kebutuhan penyelidikan sekaligus antisipasi kejadian serupa, lokasi wisata ditutup. Pengelola wisata, pawang kuda dan saksi hingga kini masih menjalani pemeriksaan.

Dari keterangan saksi, kecelakaan bermula dari keinginan korban menunggang kuda sendirian. Mungkin adrenalin korban merasa tertantang. Apalagi setelah berkeliling hutan pinus yang bersangkutan tidak melihat sesuatu yang berbahaya.

“Sebelum insiden terjadi, korban sempat naik kuda dengan didampingi pawang. Kemudian menunggang sendirian,” terang Hangga Putra. Turun dari kuda putih, Rahmawati langsung naik ke atas pelana kuda cokelat.

Mukhson, pawang kuda wisata diminta tidak mendampingi, termasuk tidak perlu memegang kendali. Awalnya kuda berjalan santai. Namun mendadak meringkik dan berlari kencang ketika berputar menuju tempat penambatan. Mukhson dan sejumlah saksi lain sempat meneriaki korban untuk mengendalikan kuda.

Namun kuda tetap berlari. Gerakan liar kuda membuat korban terpelanting ke sisi kanan. Namun sial, sebelah kakinya tersangkut pelana. Dengan posisi kepala di atas tanah berbatu, kuda menyeretnya sejauh 50 meter. Mukhson dan sejumlah saksi yang mencoba menolong juga sempat terseret beberapa langkah. Saat kuda berhasil dihentikan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Kuda penyebab kecelakaan itu juga sudah kita amankan,” jelas Hangga Putra.

Dalam kasus ini polisi masih terus mengembangkan penyelidikan. Polisi berupaya memastikan adanya unsur kelalaian yang berakibat hilangnya nyawa orang lain. “Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Berikutnya akan kita lakukan gelar perkara untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian,” pungkasnya.

Menanggapi ini, Imam, warga Wonodadi, Kabupaten Blitar mengatakan pihak pengelola wisata harusnya memiliki standar operasional (SOP) keamanan pengunjung wisata. Pengelola wisata seharusnya berani tegas menolak keinginan wisatawan yang dinilai melanggar SOP yang berlaku.
(rhs)
Berita Terkait
Remaja Mojokerto yang...
Remaja Mojokerto yang Hilang di Pantai Selatan Blitar Ditemukan Tewas
Hilang 30 Menit, Nenek...
Hilang 30 Menit, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Dekat Kandang
Touring Motor, Wisatawan...
Touring Motor, Wisatawan Asal Jakarta Meninggal Dunia Diduga Kelelahan di Bogor
Seorang Wisatawan di...
Seorang Wisatawan di Tebo Pingsan Lalu Tewas saat Dievakuasi, Diduga Akibat Kelelahan
Pamit Cari Ikan, Kakek...
Pamit Cari Ikan, Kakek di Blitar Ditemukan Meregang Nyawa
Wisatawan Tewas Tenggelam...
Wisatawan Tewas Tenggelam di Curug Suakan Bogor
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved