Dinilai Ganggu Pertemuan Ulama, Anies Diminta Batalkan Aksi 67
Kamis, 05 Juli 2018 - 18:12 WIB
Dinilai Ganggu Pertemuan Ulama, Anies Diminta Batalkan Aksi 67
A
A
A
JAKARTA - Massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Jakarta Bersatu (Aswaja Satu) mendatangi Gedung Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka untuk meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membatalkan aksi 67 yang dinilai menciderai pertemuan ulama internasional.
"Kami mendesak Pak Anies sebagai tuan rumah pertemuan ulama internasional untuk membatalkan aksi 67 demi menjaga nama baik ulama di pertemuan internasional yang sedang berlangsung," ujar Humas Aswaja Satu, Ustadz Haji Rowidin di lokasi, Kamis (5/7/2018).
Rowidin mengatakan, tidak elok dan tidak etis, disaat ulama dan umaro internasional sedang berkumpul, ulama lain justru ada yang melakukan demo.
"Jika terjadi, demo tersebut sangat menciderai nama baik ulama Indonesia, apalagi posisi kali ini juga Pak Anies sebagai salah satu penggagas pertemuan ulama internasional ini," tambah Rowidin.
Selain itu, sambung Rowidin, aksi 67 diduga sangat bernuansa politis yang dapat menimbulkan kegaduhan, bukan malah membuat kedamaian dan ketentraman umat Islam.
"Kami sangat menyayangkan, isu-isu yang dibawa juga diduga isu titipan demi kepentingan tertentu, dan ini penting Pak Anies perhatikan," katanya. (Baca juga: Aliansi Peduli Ulama dan F-PKS Ajak Ulama dan Anies Tolak Aksi 67 )
Maka demikian, bersama Aswaja Satu, Haji Rowidin juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk mensukseskan pertemuan ulama internasional yang sedang berlangsung.
"Mari kita kawal dan jaga keamanan dan kenyamanan pertemuan ulama internasional yang sedang berlangsung, kita tunjukkan dimata internasional, sebagai tuan rumah Indonesia mampu melaksanakan pertemuan ini dengan baik dan tertib," pungkasnya.
"Kami mendesak Pak Anies sebagai tuan rumah pertemuan ulama internasional untuk membatalkan aksi 67 demi menjaga nama baik ulama di pertemuan internasional yang sedang berlangsung," ujar Humas Aswaja Satu, Ustadz Haji Rowidin di lokasi, Kamis (5/7/2018).
Rowidin mengatakan, tidak elok dan tidak etis, disaat ulama dan umaro internasional sedang berkumpul, ulama lain justru ada yang melakukan demo.
"Jika terjadi, demo tersebut sangat menciderai nama baik ulama Indonesia, apalagi posisi kali ini juga Pak Anies sebagai salah satu penggagas pertemuan ulama internasional ini," tambah Rowidin.
Selain itu, sambung Rowidin, aksi 67 diduga sangat bernuansa politis yang dapat menimbulkan kegaduhan, bukan malah membuat kedamaian dan ketentraman umat Islam.
"Kami sangat menyayangkan, isu-isu yang dibawa juga diduga isu titipan demi kepentingan tertentu, dan ini penting Pak Anies perhatikan," katanya. (Baca juga: Aliansi Peduli Ulama dan F-PKS Ajak Ulama dan Anies Tolak Aksi 67 )
Maka demikian, bersama Aswaja Satu, Haji Rowidin juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk mensukseskan pertemuan ulama internasional yang sedang berlangsung.
"Mari kita kawal dan jaga keamanan dan kenyamanan pertemuan ulama internasional yang sedang berlangsung, kita tunjukkan dimata internasional, sebagai tuan rumah Indonesia mampu melaksanakan pertemuan ini dengan baik dan tertib," pungkasnya.
(mhd)