Kamomose, Mencari Jodoh ala Pemuda Buton Tengah

Jum'at, 22 Juni 2018 - 05:00 WIB
Kamomose, Mencari Jodoh...
Kamomose, Mencari Jodoh ala Pemuda Buton Tengah
A A A
Warga Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra), punya tradisi unik untuk mencari jodoh. Tradisi yang dikhususkan bagi muda-mudi yang masih jomblo tersebut dinamakan Kamomose.

Malam hari setelah Lebaran Idul Fitri kemarin, ratusan wanita di Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sultra, berjajar berhadapan. Di tengah-tengah wanita yang berpakaian adat itu terdapat wadah baskom. Di dalam baskom tersebut ada lilin yang menyala.

Sementara, bagi para pemuda yang ingin mengikuti tradisi ini, harus memiliki kacang tanah yang biasanya dijual oleh warga di sekitar tempat pelaksanaan kegiatan.

Ketika sudah memiliki kacang tanah yang dibungkus kantung plastik, para pemuda mengantre dan berkeliling sambil melempar kacang tanah tersebut ke dalam baskom.

Dalam tradisi ini, apabila para pemuda itu tertarik dengan salah satu gadis tersebut, mereka akan melemparkan satu butir kacang goreng ke baskom yang dibawa oleh para wanita tersebut. Nah, setelah itu, akan ada rundingan dengan wanita tersebut dan pihak keluarganya untuk meminta persetujuan. Apabila proses lamaran itu disetujui, perkenalan singkat itu bisa ditingkatkan ke hubungan yang lebih serius.
Kamomose, Mencari Jodoh ala Pemuda Buton Tengah

Asiruddin, salah seorang pemuda yang ikut serta dalam tradisi ini mengatakan, dirinya sengaja mengikuti kegiatan ini bersama teman-temannya untuk mencari jodoh. "Kali aja ada gadis peserta Kamomose yang bisa menjadi jodoh," kata Asiruddin.

Adam, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, Kamomose ini jadi ajang untuk mencari jodoh. "Kalau umpanyanya pada saat Kamomose ini didapat seorang wanita, si lelaki ini langsung akan memberitahu keluarganya," ujar Adam.

Untuk diketahui, tradisi Kamomose merupakan tradisi leluhur yang dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat Kecamatan Lakudo. Kegiatan itu dilaksanakan biasanya ketika seseorang mempunyai hajat. Setelah tercapai hajatnya, ia akan melaksanakan tradisi Kamomose.

Kamomose berasal dari kata 'komomo' dan 'poose ose'. 'Komomo' mengandung makna bunga yang hampir mekar. Sedangkan 'poose ose' artinya berjajar secara teratur.

Jadi, secara harfiah, Kamomose adalah sebuah tradisi para gadis yang menginjak usia akil balig duduk berjajar untuk kemudian dikenalkan kepada pemuda desa. Tradisi ini biasanya diadakan satu tahun sekali, setelah masyarakat setempat merayakan Lebaran Idul Fitri.
(zik)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
2 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
3 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
3 jam yang lalu
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
4 jam yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
4 jam yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
4 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved