Stok Tipis, Pengungsi Merapi Terancam Kekurangan Logistik

Jum'at, 01 Juni 2018 - 15:15 WIB
Stok Tipis, Pengungsi...
Stok Tipis, Pengungsi Merapi Terancam Kekurangan Logistik
A A A
BOYOLALI - Ribuan warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah yang mengungsi akibat meletusnya Gunung Merapi, Jumat (1/6/2018) pagi, terancam kekurangan logistik. Stok logistik yang ada di tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) kini mulai menipis.

Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra mengatakan, stok logistik yang tersisa antara lain air minum dan mie instan. Namun untuk mie instan tinggal 4 dus dan beras 50 kg diperkirakan tidak mencukupi untuk konsumsi para pengungsi yang jumlahnya 792 perempuan dan 800 laki laki. "Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD, katanya tambahan logistik akan segera dikirim," kata Neigen Achtah Nur Edy Saputra, Jumat (1/6/2018) siang.

Selain itu, kebutuhan untuk balita telah habis dan alat mandi juga belum ada. Jika kiriman tak kunjung datang, maka Pemerintah Desa Tlogolele akan mengambil langkah dengan membeli sendiri kebutuhan para pengungsi. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pengungsian juga memberikan dukungan. Ketika ada pengungsi, mereka telah siap membentuk dapur umum dan memasak untuk para pengungsi.
(Baca juga: Tak Terdampak Erupsi Merapi, Penerbangan di Bandara Adi Sutjipto Normal )
(Baca juga: Diguyur Hujan Abu dan Pasir Merapi, Ribuan Warga Mengungsi )
Selain logistik pengungsi, warga sebenarnya juga membutuhkan dukungan logistik untuk ronda malam memantau secara Gunung Merapi. Di antaranya gula, teh, kopi dan makanan ringan. Hanya, bantuan itu sampai saat ini belum ada, sehingga warga bersama Pemerintah Desa Tlogolele swadaya untuk memenuhi kebutuhan itu.

Pasca erupsi Merapi yang terjadi Jumat (1/6/2018) pukul 08.30 WIB, terdapat enam dukuh yang warganya diungsikan ke TPPS. Satu di antaranya harus dikosongkan, yakni Dukuh Stabelan karena jaraknya hanya sekitar 3 kilometer dari puncak Merapi. Selain itu, di Dukuh Stabelan juga terjadi hujan pasir.

Sedangkan lima daerah lainnya adalah Dukuh Takeran, Dukuh Belang, Dukuh Gumuk, dan Dukuh Ngadirojo yang terkena hujan abu. Untuk kelima dukuh yang diungsikan adalah perempuan, balita, dan lansia. "Saat erupsi juga terasa getaran yang kuat yang berlangsung sekitar 10 menit," terangnya.
(Baca juga: Merapi Kembali Meletus, Bantul Gempa )
(Baca juga: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Merapi Sampai Semarang )
(amm)
Berita Terkait
Keren, Mahasiswi Ini...
Keren, Mahasiswi Ini Bikin Solusi untuk Minimalisir Korban Erupsi Gunung Berapi
Gunung Merapi Alami...
Gunung Merapi Alami Guguran Lava dari Tebing 1954
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
BNPB Tegaskan Letusan...
BNPB Tegaskan Letusan Gunung Semeru Tidak Memicu Tsunami
Selama 6 Jam Gunung...
Selama 6 Jam Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 28 Kali
Mengenal Tingkat Status...
Mengenal Tingkat Status atau Aktivitas Gunung Berapi
Berita Terkini
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
34 menit yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
1 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
1 jam yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
1 jam yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
11 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
12 jam yang lalu
Infografis
Seperti Harimau, Elang...
Seperti Harimau, Elang Jawa Terancam Tinggal Cerita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved